Bekali Calon Pengantin, KUA Ulaweng Tekankan Pentingnya "Empat Pilar Perkawinan"
- 01 Jul 2026 04:09 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Memasuki gerbang pernikahan bukan sekadar tentang prosesi ijab kabul. Dibutuhkan persiapan lahir dan batin yang matang agar bahtera rumah tangga mampu bertahan di tengah dinamika kehidupan. Pesan tersebut menjadi inti dari bimbingan pranikah yang digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, pada Selasa, 30 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pelayanan KUA Ulaweng ini menghadirkan langsung Kepala KUA Ulaweng, H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd., sebagai pembimbing bagi calon pengantin. Dalam arahannya, Muhammad Saleh menekankan bahwa kesiapan fisik dan materi tidaklah cukup. Kematangan mental dan spiritual menjadi syarat mutlak sebelum sepasang insan mengikrarkan janji suci.
"Bimbingan pranikah ini bukan sekadar formalitas administratif menjelang ijab kabul. Ini adalah modal esensial bagi calon pengantin,” tegas Muhammad Saleh.
Guna membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, KUA Ulaweng mensosialisasikan konsep Empat Pilar Perkawinan sebagai fondasi utama, yakni: Pasangan Sejajar (Zawaj): Suami dan istri diposisikan sebagai mitra yang saling melengkapi. Tidak ada ruang bagi dominasi atau superioritas; keduanya memiliki hak dan tanggung jawab yang setara untuk menciptakan harmoni.
Janji yang Kokoh (Misaqan Ghalizan): Perkawinan dipandang sebagai ikatan suci di hadapan Allah SWT, bukan sekadar kontrak sosial. Kesadaran ini menjadi pengikat komitmen dan kesetiaan pasangan saat menghadapi ujian.
Saling Memperlakukan dengan Baik (Mu’asyarah bil Ma’ruf): Hubungan harus dibangun di atas dasar kasih sayang dan rasa hormat. Hal ini mencakup tutur kata santun serta penolakan keras terhadap segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis.
Komunikasi dan Musyawarah: Perbedaan pendapat adalah hal wajar. Kunci penyelesaian konflik terletak pada dialog terbuka dan sikap saling mendengarkan dalam setiap pengambilan keputusan.
Melalui program bimbingan yang edukatif dan interaktif, KUA Ulaweng berharap dapat mencetak generasi keluarga yang lebih tangguh. Muhammad Saleh meyakini bahwa kualitas sebuah keluarga sangat ditentukan oleh persiapan sejak dini.
“Keluarga yang harmonis tidak tercipta karena keberuntungan, melainkan lahir dari ilmu, komitmen, dan kesediaan untuk terus belajar bersama sejak langkah pertama,” pungkasnya.
Dengan penguatan nilai-nilai tersebut, KUA Ulaweng berupaya berkontribusi pada ketahanan sosial masyarakat yang lebih luas, dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga yang berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....