Asyura Tak Hanya Puasa, Umat Diajak Hindari Hedonisme

  • 26 Jun 2026 09:45 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Peringatan Hari Asyura pada 10 Muharram tidak hanya dimaknai sebagai momentum menjalankan ibadah puasa sunnah. Umat Islam juga diajak meneladani keteguhan para nabi dan rasul dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Ustadz Ach. Zamzuri, MA mengatakan perjalanan dakwah para nabi penuh dengan rintangan dan cobaan yang berat. Namun di balik setiap kesulitan tersebut selalu hadir pertolongan Allah SWT bagi mereka yang tetap teguh dalam keimanan.

Menurutnya, nilai utama yang harus dipahami dari peringatan Asyura adalah keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar kepada hamba-Nya yang senantiasa kembali kepada-Nya. Hal itu menjadi pelajaran penting bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan saat ini.

"Betapa susah dan beratnya perjuangan para nabi dan rasul, tetapi seiring dengan itu pula datang pertolongan Allah SWT. Karena itu, seperti apa pun kehidupan yang kita hadapi, Allah akan memberikan kemudahan bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya," ujar Zamzuri. Kamis, 25 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa memaknai Muharram tidak cukup hanya dengan melaksanakan puasa Asyura. Umat Islam juga perlu menahan diri dari gaya hidup hedonis, konsumtif, dan materialistis yang dapat menjauhkan manusia dari nilai-nilai agama.

Ustadz Zamzuri menilai semangat Muharram seharusnya mendorong umat Islam menjadi pribadi yang lebih produktif dan mandiri. Menurutnya, ajaran para nabi mengajarkan manusia untuk berkarya dan memanfaatkan potensi yang dimiliki, bukan sekadar menjadi konsumen yang bergantung kepada pihak lain.

"Kalau Muharram hanya dimaknai sebagai peristiwa diselamatkannya para nabi, maka kita kehilangan pesan besarnya. Puasa dan menyantuni anak yatim mengajarkan kita agar tidak leha-leha, tetapi menjadi pribadi yang peduli, produktif, dan mampu menjaga tatanan kehidupan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....