Sebanyak 358 Santri BKPRMI Sinjai Resmi Diwisuda, Siap Jadi Duta Al-Qur'an

  • 22 Jun 2026 18:47 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Pemerintah Kabupaten Sinjai menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Komitmen tersebut disampaikan dalam Wisuda Santri Angkatan XXI LPPTKA BKPRMI Kabupaten Sinjai di Gedung Andi Azikin, Minggu 21 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso, yang mewakili Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif. Sebanyak 358 santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an binaan BKPRMI mengikuti prosesi wisuda tersebut.

Para santri yang diwisuda merupakan peserta yang telah lulus munaqasyah. Materi ujian meliputi baca tulis Al-Qur’an, hafalan surah pendek, ayat pilihan, dan doa-doa harian.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Andi Tenri Rawe Baso menyampaikan apresiasi kepada BKPRMI, para ustaz dan ustazah, serta orang tua santri. Mereka dinilai memiliki peran besar dalam membina generasi muda hingga mampu menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an dengan baik.

Menurutnya, wisuda santri bukan akhir dari proses belajar. Momentum tersebut menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Justru ini adalah awal dari tanggung jawab baru. Setelah hari ini, para santri harus menjadi duta-duta kecil Al-Qur'an di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Ia mengajak para santri untuk terus menunjukkan akhlak mulia, sopan santun, dan semangat belajar yang tinggi. Selain itu, para wisudawan diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sinjai, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan BKPRMI, para alim ulama, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pendidikan keagamaan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Kami akan terus bersinergi dengan BKPRMI dan para alim ulama untuk mewujudkan visi besar mencetak generasi emas Sinjai yang religius, cerdas, dan berdaya saing pada tahun 2045,” ungkapnya.

Pemkab Sinjai memandang pembinaan keagamaan sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, berbagai program yang mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan akan terus mendapat perhatian dan dukungan pemerintah daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....