Lantik Pejabat Baru, Bupati Bone Ingatkan Pentingnya Memahami Tupoksi dan Inovasi
- 19 Jun 2026 07:00 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Pemerintah Kabupaten Bone menggelar agenda penting berupa Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat di lingkup pemerintah daerah. Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, dengan didampingi oleh Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, di Aula Lateya Riduni. Kamis, 18 Juni 2026. Lebih dari 100 orang pejabat resmi dilantik dalam kesempatan tersebut.
Pelantikan ini mencakup pengisian posisi untuk Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta Pejabat Fungsional. Dari total pejabat yang diambil sumpahnya, porsi terbesar diisi oleh sektor pendidikan, yakni sebanyak 60 orang Kepala Sekolah, sementara sisanya mengisi jabatan struktural serta posisi Kepala Puskesmas.
Dalam arahannya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memberikan penegasan kuat terkait tanggung jawab baru yang diemban oleh para pejabat tersebut. Ia meminta agar seluruh aparatur yang baru dilantik segera beradaptasi dan memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) mereka masing-masing.
"Ya, tentu pekerjaannya itu harus betul-betul tahu, dan harus menunjukkan kinerja. Pekerjaannya harus tahu. Tahu itu bagaimana caranya? Memahami tupoksinya. Bagaimana memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai pejabat di tempat yang baru," ujar Andi Asman.
Selain masalah pemahaman tupoksi, Bupati juga menyoroti pentingnya melahirkan inovasi. Ia mengingatkan jajarannya agar tidak hanya bekerja secara monoton atau sekadar menggugurkan kewajiban karena adanya ketentuan program formal.
"Kami minta, ya pasti bekerjalah. Jangan sampai bekerja karena ada sesuatu hal. Bekerja dengan program karena sudah menjadi ketentuan. Tapi setelah di luar program, mesti harus menunjukkan inovasi," tegasnya.
Menurutnya, sebuah inovasi sering kali lahir dari keberanian untuk melakukan pengembangan, penelitian, hingga uji coba di lapangan. Pemerintah daerah, lanjut Bupati, berkomitmen untuk mendukung penuh setiap inovasi yang terbukti berhasil, meskipun pada tahap awal anggarannya masih terbatas.
"Artinya, kadang mungkin kita melakukan kegiatan pengembangan, penelitian, uji coba, untuk bagaimana bisa mengetahui dan mendeteksi berhasil tidaknya. Kadang kan, mungkin penempatan-penempatan anggaran masih minim, karena masih uji coba. Nah, itu harus kita perlu tunjukkan. Kalau sudah berhasil, baru kita kawal, baru kita tetapkan anggaran yang lebih banyak," jelas Andi Asman.
Di akhir keterangannya, saat dikonfirmasi mengenai dasar teknis pelaksanaan mutasi dan pelantikan ini, Andi Asman menegaskan bahwa seluruh proses telah berjalan sesuai dengan prosedur regulasi yang berlaku. Ia menyebutkan bahwa pelantikan ini didasarkan pada Pertimbangan Teknis (Pertek) dari instansi berwenang.
"Pelantikan ini sesuai dengan pertek ya," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....