Seorang Petani Ditemukan Meninggal di Sungai Lappariaja Bone

  • 18 Jun 2026 21:17 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Seorang petani bernama Rise (46), warga Dusun Panasae, Desa Tonronge, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai setempat, Kamis, 18 Jun 2026, pagi. Korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA dalam kondisi tengkurap di dasar sungai dengan sepeda motor yang dikendarainya berada di atas tubuh korban. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di lokasi.

Menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Lappariaja segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal. Kapolsek Lappariaja IPTU Muh. Suaib membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Korban diketahui bernama Rise, berusia 46 tahun dan berprofesi sebagai petani.

“Korban diketahui bernama Rise, usia 46 tahun, pekerjaan petani, warga Dusun Panasae, Desa Tonronge, Kecamatan Lappariaja. Saat ditemukan, korban berada di sungai dalam kondisi meninggal dunia dengan sepeda motor berada di atas tubuhnya,” ujar IPTU Muh. Suaib.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, korban sebelumnya diketahui pulang dari kebun. Korban juga memiliki kebiasaan menginap di kebun sehingga pihak keluarga tidak merasa curiga ketika korban tidak segera kembali ke rumah.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan wajah korban. Luka tersebut diduga akibat benturan keras pada saat korban terjatuh ke sungai. “Menurut hasil pemeriksaan awal, terdapat luka pada bagian kepala dan wajah korban yang diduga akibat benturan. Dugaan sementara korban mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di sekitar jembatan hingga terjatuh ke sungai,” jelas Kapolsek.

Pemeriksaan awal terhadap jenazah turut dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Lappariaja. Namun pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi. “Hingga saat ini, kami telah melakukan olah TKP awal dan berkoordinasi dengan pihak kesehatan. Keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi,” kata IPTU Muh. Suaib.

Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut diduga merupakan kecelakaan tunggal saat korban melintas di sekitar jembatan dan akhirnya terjatuh ke sungai.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, penyelidikan tetap dilakukan guna melengkapi administrasi dan memastikan seluruh fakta yang ditemukan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....