Menjaga Bumi Bukan Pilihan, Melainkan Tanggung Jawab Iman
- 16 Jun 2026 18:33 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan yang melekat pada setiap manusia sebagai khalifah di muka bumi. Hal itu disampaikan Wakil Pimpinan Pesantren Al Ikhlas Ujung Bone, Dr. Muhammad Asriady, M.Th.I., CPSM, dalam diskusi buku Islam dan Lingkungan: Meneguhkan Ekoteologi untuk Masa Depan Bumi yang digelar Perpustakaan STAIN Majene secara daring, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut Dr. Asriady, Islam menempatkan manusia bukan hanya sebagai pemanfaat alam, tetapi juga sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Ia menegaskan bahwa alam merupakan ciptaan Allah yang harus dipelihara dan dimanfaatkan secara bijaksana demi keberlangsungan kehidupan.
| Baca juga: Regal WO Utamakan Sikap dalam Rekrutmen Kru |
“Islam menempatkan manusia sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas menjaga, memelihara, dan memanfaatkan alam secara bijaksana. Menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral kepada Allah, sesama manusia, serta generasi yang akan datang,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Asriady menjelaskan bahwa konsep ekoteologi menjadi salah satu pendekatan penting untuk membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai agama. Ekoteologi menghubungkan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hubungan manusia dengan Tuhan.
Ia menilai konsep tersebut semakin relevan di tengah berbagai krisis lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, mulai dari perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati. Menurutnya, pendekatan keagamaan dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kepedulian ekologis masyarakat.
“Tantangan terbesar saat ini adalah masih rendahnya kesadaran bahwa persoalan lingkungan berkaitan langsung dengan kehidupan manusia. Banyak yang menganggap isu lingkungan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut, Dr. Asriady menegaskan bahwa Al-Qur'an telah memberikan pedoman yang jelas dalam menjaga lingkungan melalui prinsip keseimbangan, amanah, keadilan, dan larangan berbuat kerusakan. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini.
Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dan pesantren dalam membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan. Melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan dan praktik nyata seperti penghijauan, pengelolaan sampah, serta konservasi sumber daya alam, budaya peduli lingkungan dapat tumbuh menjadi bagian dari akhlak dan gaya hidup masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....