BPS Tekankan Dukungan Masyarakat untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

  • 11 Jun 2026 08:40 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Humas Badan Pusat Statistik (BPS) Bone, Aliffan Alfa Firdaus, S.Tr.Stat. mengungkapkan urgensi Sensus Ekonomi yang digelar 10 tahun sekali adalah untuk memperbaharui database dari usaha-usaha yang ada saat ini. “Usaha-usaha kita yang ada sekarang seperti apa karena kalau melihat kalau melihat data dari 10 tahun yang lalu, pasti banyak yang berubah”, ungkap Aliffan dalam Bincang Siang RRI, Rabu, 10 Juni 2026.

Meski Rentan waktu 10 tahun terbilang lama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi, namun Aliffan menekankan hal itu sesuai dengan amanah Undang-undang statistik. “Di DPR mereka menggodok UU statistik yang baru, harapannya kalau sensus itu bisa 5 tahun sekali, apalagi sekarang data itu kan cepat dan pengguna data maunya cepat dan up to date”, jelasnya.

Ekonomi digital diakui Aliffan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. “Sekarang kan banyak usaha-usaha online, content creator, itu yang kita coba untuk tangkap di tahun 2026 ini karena begitu cepat dan dinamisnya perkembangan itu”, ujarnya.

Aliffan menjelaskan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital menjadi tantangan tersendiri dalam sensus nantinya, lantaran pelaku usaha seperti influencer, cloud kitchen dan pekerja lepas lainnya seringkali luput dari pendataan konvensional yang menyasar bangunan fisik atau toko. “Kalau sekarang kan kami datangi rumah ke rumah, siapa tahu di rumah itu ada usaha, itu akan tercakup semua dalam data sensus”, kata Aliffan.

Menurut Aliffan, partisipasi masyarakat sebagai responden dari Sensus Ekonomi ini memegang peranan penting dalam mendorong kesuksesan program BPS itu. “Bapak dan ibu silakan menjawab apa adanya saja dengan jujur agar data yang kita hasilkan nanti sebisa mungkin mencerminkan kondisi perekonomian yang ada sekarang”, tuturnya.

Ia berharap masyarakat bersedia menerima dengan baik kedatangan petugas sensus serta memberikan data yang riil dan akurat. “Karena satu data saja dari Bapak dan Ibu akan cukup berpengaruh untuk menentukan kebijakan di masa yang akan datang”, harap Aliffan.

Aliffan pun memastikan kerahasiaan dan keamanan seluruh data dari responden dalam sensus ini. “Masyarakat tidak perlu khawatir karena data Bapak dan Ibu akan akan dan tidak ada hubungannya dengan perpajakan”, tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....