Sekolah Rakyat Terintegrasi 61 Bone Siapkan 270 Kuota Siswa Baru Tahun 2026
- 10 Jun 2026 14:26 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Sekolah Rakyat Terintegrasi 61 Bone menyiapkan kuota sebanyak 270 siswa baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kuota tersebut terbagi merata untuk jenjang SD, SMP, dan SMA sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 61 Bone, Resky Juniarty, mengatakan berbagai persiapan terus dimatangkan menjelang tahun ajaran baru. Koordinasi rutin dilakukan bersama Kementerian Sosial dan Pusat Pendidikan serta Pelatihan terkait penerimaan siswa baru hingga persiapan perpindahan dari sekolah rintisan ke sekolah permanen.
"Setiap pekan kami melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait penyambutan siswa baru, fasilitas, kurikulum, hingga persiapan perpindahan ke sekolah permanen. Semua disiapkan agar proses pembelajaran berjalan optimal," ujarnya, Rabu 10 Juni 2026.
Resky menjelaskan kuota 270 siswa tersebut terdiri atas 90 siswa tingkat SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Sementara saat ini jumlah siswa aktif yang masih mengikuti proses belajar mengajar sebanyak 94 orang.
Menurutnya, mekanisme penerimaan siswa di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler. Sekolah tidak membuka pendaftaran umum, melainkan menggunakan sistem penjangkauan langsung kepada calon peserta didik yang telah masuk dalam basis data pemerintah.
"Kalau sekolah reguler membuka pendaftaran secara luas, di Sekolah Rakyat kami menggunakan sistem penjangkauan. Tim yang ditunjuk akan memastikan anak-anak yang masuk kriteria memang layak dan berminat bersekolah di Sekolah Rakyat," jelasnya.
Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bone, Sudasman, mengatakan proses penjangkauan telah berlangsung sejak Mei dan masih berjalan hingga Juni 2026. Sebanyak 95 pendamping PKH diterjunkan untuk melakukan verifikasi langsung di desa dan kelurahan.
Ia menjelaskan tahapan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat, kemudian dilanjutkan penjangkauan secara door to door atau home visit terhadap calon siswa yang masuk dalam daftar prelist aplikasi Setara. "Pendamping PKH turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi. Data yang dijangkau berasal dari keluarga yang masuk kategori desil satu dan desil dua atau kelompok miskin ekstrem dan miskin," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bone, Nur Hudaya, menyebut program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya, proses verifikasi dilakukan secara ketat dengan mengacu pada data by name by address yang telah tersedia dalam sistem.
"Bagi calon siswa yang belum masuk dalam daftar namun dinilai layak, dapat melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari pemerintah desa atau kelurahan untuk dilakukan verifikasi lanjutan," tutupnya.
Dengan sistem penjangkauan tersebut, pemerintah berharap kuota 270 siswa baru dapat terisi oleh peserta didik yang benar-benar memenuhi kriteria sehingga program Sekolah Rakyat tepat sasaran dan mampu meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera di Kabupaten Bone.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....