Bawaslu Sinjai Perluas Pengawasan Partisipatif, Rekrut Hampir 100 Kader

  • 09 Jun 2026 22:27 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, Bawaslu Kabupaten Sinjai mulai memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sejak dini. Langkah tersebut dilakukan melalui Diskusi Tatap Muka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai, Senin, 8 Juni 2026.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pengawasan dalam proses demokrasi. Bawaslu menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Sinjai, Muhammad Arsal Arifin, mengatakan pendidikan pengawasan partisipatif tetap dilakukan meski tahapan Pemilu 2029 belum dimulai. Menurutnya, tugas Bawaslu tidak hanya bekerja saat pemilu berlangsung, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat sejak masa pra-pemilu.

"Pemilu 2029 memang masih lama, tetapi peran Bawaslu tidak pernah berhenti. Salah satu tugas krusial kami saat ini adalah mengedukasi masyarakat di masa pra-pemilu," ujar Arsal.

Ia menjelaskan tantangan pengawasan pemilu ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, Bawaslu membutuhkan dukungan masyarakat agar seluruh tahapan demokrasi dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.

Menurut Arsal, Bawaslu Sinjai saat ini telah membentuk jaringan pengawas partisipatif yang cukup kuat. Hampir 100 kader telah direkrut untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung pengawasan di berbagai tahapan pemilu.

"Saat ini, hampir 100 kader telah kami rekrut untuk menjadi mitra strategis Bawaslu di semua tahapan. Tujuan utamanya jelas, yakni meningkatkan kualitas demokrasi kita," katanya.

Sementara itu, Bupati Sinjai melalui Kepala Kesbangpol Sinjai, Akbar Juhamran, mengajak peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat kapasitas dan jejaring pengawasan demokrasi. Pemerintah daerah menilai kualitas pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Melalui pendidikan pengawas partisipatif ini, Bawaslu Sinjai berharap lahir lebih banyak warga yang peduli terhadap proses demokrasi. Kehadiran masyarakat sebagai pengawas independen dinilai penting untuk menjaga kualitas pemilu sekaligus memperkuat demokrasi di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....