Harga Kakao Turun, Petani di Sinjai Pilih Tahan Hasil Panen
- 08 Jun 2026 18:25 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Sejumlah petani kakao di Kabupaten Sinjai memilih menahan hasil panennya menyusul penurunan harga yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Selain harga yang melemah, kualitas biji kakao juga terdampak akibat cuaca ekstrem.
Salah seorang petani kakao di Kecamatan Sinjai Tengah, Hasbullah, mengaku harga kakao di tingkat petani saat ini mengalami penurunan cukup signifikan. Menjelang Iduladha lalu, harga kakao berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, turun dibanding awal Mei yang sempat mencapai Rp45.000 hingga Rp55.000 per kilogram.
Menurut Hasbullah, cuaca hujan yang berkepanjangan menjadi penyebab utama turunnya kualitas hasil panen. Intensitas hujan yang tinggi memicu serangan hama, meningkatkan kadar air biji kakao, dan menghambat proses penjemuran.
"Kondisi tersebut membuat kualitas biji kakao menurun dengan warna yang lebih gelap dan isi buah yang tidak maksimal. Akibatnya, harga jual di tingkat petani ikut terdampak," jelasnya, Senin, 8 Juni 2026.
Untuk menghindari kerugian lebih besar, Hasbullah memilih menyimpan hasil panennya sementara waktu. Biasanya, ia menjual antara 30 hingga 50 kilogram kakao dalam setiap transaksi. “Saya masih menunggu perkembangan harga yang lebih baik sebelum menjual hasil panen,” ujarnya.
Sementara itu, petani kakao di Kecamatan Bulupoddo, Ansar Yunus, mengungkapkan harga kakao sempat menyentuh Rp60.000 per kilogram pada pertengahan Mei lalu. Namun menurutnya, pergerakan harga saat musim hujan cenderung stagnan dan baru berubah ketika memasuki musim kemarau.
Ansar berharap harga kakao kembali meningkat seperti beberapa waktu lalu yang pernah mencapai Rp120.000 per kilogram. Untuk memperoleh keuntungan lebih besar, ia memilih menjual hasil panennya langsung kepada pengepul di Bulupoddo.
“Saya lebih memilih menjual ke pengepul di Bulupoddo karena harganya lebih tinggi. Selisihnya bisa mencapai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga di pasar biasa,” ungkap Ansar Yunus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....