Gaung Meredup, Warga Bone Nilai MBG Bermanfaat

  • 05 Jun 2026 20:46 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025, dirancang untuk meningkatkan gizi masyarakat, sekaligus mengurangi angka stunting. Pelaksanaannya berada dibawah pengawasan langsung Badan Gizi Nasional (BGN).

Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Di Kabupaten Bone mengumumkan pemberhentian operasional sementara. Kabar tersebut mencuat pasca terjadinya pergantian di pucuk pimpinan tertinggi BGN.

Hal itu pun sontak turut direspon beragam oleh masyarakat, terutama para relawan dan penerima manfaat MBG. Sebagai orang tua, Suri mengaku merasa terbantu dengan MBG, lantaran tidak perlu bangun lebih pagi membuat bekal untuk putra putrinya.

“Sebagai ibu pekerja, saya merasa sangat terbantu sejak ada MBG. Anak-anak juga jadi semangat ke sekolah karena pilihan menunya beragam dan enak”, jelasnya kepada rri.co.id, Jumat, 5 Juni 2026.

Meski terbilang kontroversial sejak awal kehadirannya, menurut Suri, MBG yang terdistribusi ke sekolah sejauh ini aman, sehingga dirinya tidak khawatir. “Sampai saat ini anak saya tidak mengeluhkan kualitasnya, walaupun tidak semua juga dia suka, tapi tidak pernah ada masalah”, ujar Suri.

Sementara itu, warga Bone, Andi merespon baik pemberhentian sementara dapur MBG dan menilai hal itu dapat menjadi momen untuk melakukan evaluasi tata kelola secara menyeluruh. “Baik dari segi efisiensi anggaran, mutu pelayanan, hingga pengadaan yang menyentuh seluruh aspek proyek ini”, ujarnya.

Namun disisi lain, ia juga berharap pemberhentian operasional SPPG tidak berlangsung lama, mengingat relawan MBG juga masih menggantungkan hidupnya melalui program Prabowo itu. “Mereka punya keluarga untuk dihidupi, mereka juga butuh kerjaan”, tambah Andi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....