Dr. Qudratullah Dipercaya Jadi Juri Forum Pemuda ASEAN 2026 di Malaysia
- 03 Jun 2026 12:16 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Bone, Dr. Qudratullah, kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Ia dipercaya menjadi Juri dan Evaluator Internasional pada kegiatan ASEAN SDGs Future Leader Summit 2026 yang berlangsung di Malaysia pada 18-21 Mei 2026.
Forum tersebut digelar di Universiti Kuala Lumpur dan International Youth Centre Malaysia. Kegiatan ini mempertemukan pemuda-pemuda potensial dari berbagai negara ASEAN untuk membahas isu pembangunan berkelanjutan, inovasi sosial, kepemimpinan masa depan, dan kolaborasi regional.
Dalam perannya sebagai juri, Dr. Qudratullah bertugas menilai berbagai presentasi, proyek, dan gagasan yang dipaparkan peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan relevansi terhadap target Sustainable Development Goals (SDGs), inovasi program, dampak sosial, hingga keberlanjutan implementasi gagasan.
Kepercayaan yang diberikan panitia menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kapasitas akademik yang dimiliki dosen IAIN Bone tersebut. Pengalaman dan keahliannya dalam bidang komunikasi, media, serta isu pembangunan berkelanjutan dinilai menjadi modal penting dalam proses evaluasi peserta.
Capaian ini juga menambah daftar prestasi internasional yang pernah diraih Dr. Qudratullah. Sebelumnya, ia tercatat sebagai penerima penghargaan The Most Outstanding Delegate pada Indonesia Youth Summit 2025.
Menurut Dr. Qudratullah, forum internasional seperti ASEAN SDGs Future Leader Summit menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai gagasan dan praktik terbaik antarnegara ASEAN. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di kawasan.
"Saya berharap perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam menghasilkan inovasi, penelitian, dan solusi yang mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat lokal maupun global," ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.
Ia menambahkan, keterlibatan akademisi Indonesia dalam forum internasional tidak hanya membawa nama baik institusi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Keikutsertaannya sebagai juri dan evaluator diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik IAIN Bone di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....