Evakuasi ODGJ Meresahkan, Polisi dan Warga Bersinergi
- 03 Jun 2026 12:15 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Soppeng — Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Kelurahan Salokaraja Polres Soppeng, Aipda Ibrahim, bersama pemerintah kelurahan, petugas kesehatan, dan warga mengevakuasi seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Paowe, Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Selasa 2 Juni 2026. Evakuasi dilakukan setelah perempuan berinisial G tersebut dinilai meresahkan warga sekitar dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Dalam prosesnya, Aipda Ibrahim berkoordinasi dengan Lurah Salokaraja, petugas Public Safety Center (PSC), serta masyarakat setempat untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan lancar. Setelah berhasil dievakuasi, G langsung dibawa ke RSUD Latemmamala guna menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan.
Kegiatan tersebut berlangsung tertib tanpa kendala berarti berkat kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut. Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan humanis yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama instansi terkait.
Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan di lingkungan warga. “Penanganan terhadap warga yang mengalami gangguan kejiwaan harus dilakukan secara humanis, terukur, dan melibatkan instansi terkait agar yang bersangkutan mendapatkan penanganan medis yang tepat,” kata Aditya.
Ia menilai respons cepat yang ditunjukkan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. “Kami mengapresiasi respons cepat Bhabinkamtibmas yang telah bersinergi dengan pemerintah kelurahan, petugas kesehatan, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Kapolres menegaskan, Polres Soppeng akan terus mendorong para Bhabinkamtibmas untuk aktif hadir di tengah masyarakat sebagai problem solver dalam berbagai persoalan yang muncul. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat sekaligus memastikan warga yang membutuhkan penanganan khusus memperoleh layanan yang sesuai. Penanganan kasus ini menjadi contoh sinergi antara kepolisian, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sosial secara cepat, aman, dan humanis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....