Ratusan Tenaga Kerja Konstruksi di Bone Ikuti Sertifikasi Lapangan

  • 23 Mei 2026 09:30 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, secara resmi membuka kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) strategis jenjang 1 hingga 7 di lokasi Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sabtu, 23 Mei 2026. Sertifikasi yang menyasar proyek APBN, APBD, dan BUJK swasta ini diikuti oleh 200 tenaga kerja konstruksi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Dukungan Manajemen Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta legalitas pekerja Lokal Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ahmad N. Damopoli, menjelaskan bahwa proses sertifikasi dilakukan secara langsung di area proyek tanpa menghentikan aktivitas pembangunan yang sedang berjalan.

"Sertifikasi ini tidak mengganggu pekerjaan mereka karena para peserta tetap bekerja di titik masing-masing. Nantinya, asesor yang akan mendatangi langsung lokasi kerja untuk melihat keterampilan dan melakukan wawancara terkait kompetensi masing-masing," ujar Ahmad.

Sementara itu, Plh. Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Afandi Andi Basri, menambahkan bahwa agenda ini sangat krusial untuk menjamin mutu pembangunan fisik sekaligus meningkatkan kualitas SDM konstruksi yang berkelanjutan. Afandi mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone merupakan bagian dari program strategis nasional yang mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pembangunan ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. "Di Bone sendiri akan dibangun fasilitas lengkap mulai dari SD, SMP, SMA, asrama, dapur, hingga masjid dengan target penyelesaian akhir Juni mendatang. Harapannya, fasilitas ini mampu meningkatkan derajat masyarakat miskin melalui pendidikan," jelas Afandi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Bone, Kasdar, menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, di mana setiap pekerja wajib memiliki bukti legalitas kompetensi dari negara. Selain legalitas, ia juga mengingatkan pentingnya aspek K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja).

"Kami berharap seluruh pekerja selalu menggunakan alat pelindung diri seperti helm dan sepatu keselamatan. Pemerintah ingin tenaga kerja konstruksi di Bone bukan hanya terampil, tetapi juga bekerja secara aman dan profesional," tegas Kasdar.

Senada dengan hal itu, Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Moh. Hasbi Assidiqi, menekankan bahwa di masa depan persaingan dunia konstruksi akan semakin ketat, sehingga sertifikat resmi menjadi bukti mutlak kapasitas seorang pekerja. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian PUPR, Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, para asesor, dan seluruh stakeholder terkait.

Ia mengingatkan para pekerja agar melihat proyek ini sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masa depan bangsa. "Yang kita bangun di sini bukan sekadar gedung sekolah, tetapi masa depan dan harapan anak-anak kita. Saya mengajak seluruh pekerja menjadikan pekerjaan ini bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah," tutur Andi Akmal.

Lebih lanjut, Wabup Bone mengungkapkan target besar pemerintah daerah ke depan untuk memperluas jangkauan sertifikasi hingga ke tingkat akar rumput. "Kami memiliki target ke depan minimal ada 10 tenaga kerja konstruksi tersertifikasi di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Bone. Ini langkah besar agar tenaga kerja lokal kita siap bersaing dalam proyek pemerintah maupun swasta dengan kualitas yang baik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....