Mahasiswa Soroti Perlakuan Israel Terhadap Jurnalis Indonesia di Gaza

  • 22 Mei 2026 15:48 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone — Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Bone turut menyoroti dugaan penculikan satu aktivis dan empat jurnalis Indonesia oleh Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza. Peristiwa tersebut dinilai menjadi ancaman terhadap keselamatan jurnalis yang bertugas di wilayah konflik.

Mahasiswi KPI IAIN Bone, Saskia, mengaku prihatin atas kabar tersebut. “Kalau memang berita tersebut benar, tentu saya sangat mengkhawatirkan keadaan aktivis tersebut, terlebih lagi kepada jurnalis yang memang tugasnya mengumpulkan informasi”, ujarnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Saskia, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga perlindungan terhadap pers harus menjadi perhatian. “Penting sekali, pers berhak mendapatkan informasi dan tentunya harus dilindungi”, katanya.

Ia menilai kasus seperti ini dapat secara telak mencederai serta menghalangi tugas pokok mereka dalam menyampaikan kebenaran. “Jurnalis lain pasti mempertimbangkan untuk turun ke daerah konflik kalau sudah seperti itu, lantas bagaimana caranya kita bisa tetap meng-up date tentang kondisi terkini disana”, tutur Saskia.

Sementara itu, mahasiswi KPI lainnya, Mila mengatakan jurnalis merupakan bagian penting dalam penyebaran informasi kepada publik. “Jurnalis merupakan bagian vital dari masyarakat, mereka merangkum informasi penting yang kelak menjadi konsumsi publik, khususnya generasi muda”, jelasnya.

Mila juga menilai media sosial turut membantu meningkatkan perhatian masyarakat dunia terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza. “Dengan banyaknya status Instagram seperti All Eyes on Rafah membuka mata dunia tentang pentingnya mendukung hak-hak kemanusiaan Gaza,” ungkapnya.

Ia mengharapkan masyarakat agar tetap bijak menerima informasi terkait konflik internasional dengan melakukan pengecekan ulang terhadap sumber informasi yang diterima. “Ketika ada informasi yang sampai, kita harus crosscheck dulu kebenarannya,” pungkas Mila.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....