Bupati Bone Periksa Langsung Motor Sampah CSR Senilai Rp2 Miliar
- 22 Mei 2026 08:24 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Pemerintah Kabupaten Bone menaruh perhatian serius terhadap pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas kebersihan daerah. Sebagai bentuk pengawasan nyata, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menggelar pemeriksaan berkala secara langsung terhadap kondisi armada motor sampah milik pemerintah daerah, di Halaman Rujab Bupati Bone. Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam agenda pemeriksaan tersebut, Andi Asman menghadirkan langsung para petugas kebersihan beserta armada motor sampahnya masing-masing. Proses pengecekan fisik kendaraan ini turut didampingi oleh para lurah, sejumlah camat, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Bone.
Namun, dalam arahan terbarunya, Bupati Bone menyayangkan adanya temuan di lapangan terkait penyalahgunaan bantuan armada pengangkut sampah yang tidak sesuai dengan fungsi utamanya. Penegasan tersebut disampaikan setelah Bupati melakukan peninjauan langsung ke wilayah Kelurahan Desa Tajong, beberapa waktu lalu.
Di lokasi tersebut, ditemukan armada motor sampah yang justru dialihfungsikan oleh oknum petugas untuk mengangkut material bangunan, bukan untuk membersihkan lingkungan warga. "Saya mendapatkan ada motor sampah yang sepertinya bekas digunakan untuk mengangkut semen dan material batu, bukan sampah. Jadi peruntukannya sudah berbeda. Saya minta teman-teman bekerja sesuai dengan peruntukannya," ujar Andi Asman Sulaiman.
Temuan ini memicu reaksi tegas dari orang nomor satu di Bone tersebut. Secara khusus, Bupati memberikan peringatan langsung kepada jajaran kelurahan, termasuk Lurah Papolo, agar melakukan pengawasan ketat terhadap operasional armada kebersihan di wilayah masing-masing. Bupati menegaskan bahwa dirinya adalah tipikal pemimpin yang aktif turun ke lapangan guna memantau kinerja jajarannya secara berkala.
Olehnya itu, jika terdapat petugas yang dinilai tidak amanah atau tidak mampu merawat fasilitas tersebut dengan baik, pemerintah daerah tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas. "Ini peringatan, karena saya itu tukang jalan. Jadi kalau ada yang tidak bisa menjalankan tugas dengan baik, saya minta motornya dikembalikan saja. Nanti kita rekrut lagi petugas baru yang lebih siap kerja," tegas Bupati Bone.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pengadaan motor sampah ini menelan anggaran yang tidak sedikit, yakni mencapai sekitar Rp2 miliar. Anggaran fantastis ini murni bersumber dari dana hibah atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang peduli terhadap program "Bone Bersih", bukan dari APBN ataupun APBD Kabupaten Bone.
Mengingat statusnya sebagai dana bantuan pihak ketiga yang diamanahkan untuk daerah, Bupati meminta seluruh elemen masyarakat dan petugas untuk memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam menjaga aset tersebut. Kondisi fisik beberapa kendaraan yang mulai mengalami kerusakan ringan, seperti bagian sadel, juga menjadi sorotan agar segera dibenahi.
"Motor itu sadelnya sudah ada yang rusak-rusak, jadi tolong dipelihara Bapak Ibu semua. Pulang kerja itu dibersihkan dan dirawat. Saat ini masih ada lima unit armada cadangan yang saya simpan di belakang. Kita akan lihat perkembangannya ke depan, siapa yang kerjanya bagus dan memang membutuhkan, itu yang akan kita beri," pungkas Bupati Bone, sembari meminta jajaran Camat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk terus mengevaluasi kinerja petugas di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....