Pemkab Bone Ajukan Tambahan Kuota Pupuk Subsidi

  • 20 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, Sulawesi Selatan, bergerak cepat dalam merespons kebutuhan sektor pertanian di wilayahnya. Langkah taktis ini diambil seiring dengan masuknya periode musim tanam padi untuk musim April–September 2026, di mana aktivitas petani di sawah mulai meningkat drastis.

Untuk memastikan proses produksi padi berjalan lancar tanpa hambatan, Pemkab Bone kini tengah sibuk menyusun usulan tambahan kuota pupuk bersubsidi. Usulan tertulis tersebut nantinya akan segera diajukan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan guna mendapatkan persetujuan dan realisasi dalam waktu dekat.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Nurdin, menyatakan bahwa langkah proaktif ini sangat krusial untuk diambil. Menurutnya, pemerintah harus mencuri start agar bisa mengamankan pasokan sebelum masa puncak pemupukan tiba.

"Langkah ini sengaja kami ambil lebih awal untuk memastikan stok pupuk di lapangan tetap aman. Kami ingin mencegah terjadinya kelangkaan saat permintaan dari para petani sedang meningkat tajam di musim tanam ini," ujar Nurdin. Rabu, 20 Mei 2026.

Selain fokus pada ketersediaan stok, Pemkab Bone juga memberikan perhatian serius pada aspek pengawasan harga di tingkat pengecer. Nurdin mengungkapkan dan memastikan bahwa seluruh harga pupuk subsidi yang beredar di Kabupaten Bone tetap mengikuti standar Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan secara nasional.

"Kami masih susun dulu drafnya. Setelah itu baru kami ajukan ke provinsi. Supaya ada lagi tambahan kuota pupuk subsidi di tingkat pengecer," ujarnya.

Sebagai gambaran kesiapan daerah, Kabupaten Bone sebenarnya telah mengantongi alokasi stok pupuk subsidi yang cukup besar untuk tahun anggaran 2026. Berdasarkan data resmi Dinas TPHP Bone, rincian kuota berjalan yang dimiliki saat ini Pupuk Urea 79.557 Ton, Pupuk NPK 72.790 Ton, Pupuk Organik 15.234 Ton, Pupuk ZA 48,4 Ton.

Meskipun angka alokasi tersebut terlihat besar, Pemkab Bone tidak ingin kecolongan mengingat Bone merupakan salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan. Pengajuan kuota tambahan ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman (buffer stock) agar produktivitas pertanian di Bone tetap terjaga optimal sepanjang tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....