Ciri Hewan Kurban Sehat dan Layak
- 19 Mei 2026 13:25 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone Drh. Ana Anggriana mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Hewan yang sehat dan layak disembelih harus memenuhi sejumlah kriteria fisik maupun kesehatan untuk memastikan keamanan dan kelayakan hewan kurban.
Menurut drh. Ana Anggriana, ciri hewan kurban yang sehat dapat dilihat dari kondisi fisiknya. “Hewan yang sehat biasanya memiliki mata yang berbinar, cermin hidung yang basah, bulunya bagus dan tidak rontok, serta reaktif ketika disentuh atau memberikan respon,” ujarnya saat menjadi narasumber di Program Bincang Siang RRI Bone Selasa 19 Mei 2026.
Selain itu, hewan kurban juga tidak boleh mengalami cacat fisik. Ia menjelaskan, hewan yang memiliki luka terbuka, tanduk patah, pincang, maupun kondisi fisik yang tidak sempurna sebaiknya tidak dijadikan hewan kurban. Untuk hewan jantan, buah zakarnya juga harus lengkap dua bagian.
Drh. Ana juga menegaskan bahwa usia hewan menjadi salah satu syarat penting. Hewan kurban minimal berusia sekitar dua tahun dan dapat diperiksa melalui kondisi giginya. “Kalau giginya sudah tumbuh sempurna, itu menandakan hewan sudah cukup umur dan layak dijadikan hewan kurban,” katanya.
Ia menambahkan, hewan betina yang sedang bunting atau hamil juga tidak dianjurkan untuk dijadikan hewan kurban. Selain usia dan kondisi fisik, aspek kesehatan umum hewan tetap menjadi perhatian utama agar daging yang dihasilkan aman dikonsumsi masyarakat.
Lebih lanjut, masyarakat juga diminta mewaspadai gejala penyakit menular pada hewan ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, gembrahana, maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Penyakit LSD misalnya ditandai dengan munculnya bentol-bentol pada kulit hewan ternak sehingga sangat tidak layak dijadikan hewan kurban.
“Yang paling penting adalah memastikan hewan tidak menunjukkan gejala penyakit menular. Jadi masyarakat jangan hanya melihat berat badan hewan, tetapi juga harus memperhatikan kondisi kesehatan dan kelayakannya secara menyeluruh,” tutup drh. Ana Anggriana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....