PMK Terkendali, Permintaan Sapi Kurban Sinjai Kembali Normal

  • 19 Mei 2026 11:15 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban terus diperketat menjelang Iduladha 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang dipasarkan dalam kondisi sehat dan layak kurban.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Burhanuddin mengatakan, pihaknya rutin melakukan edukasi dan pemeriksaan kesehatan hewan langsung di lapangan. Pemeriksaan dilakukan baik terhadap ternak milik warga maupun hewan yang akan dikirim ke luar daerah.

Menurut Burhanuddin, pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Apalagi aktivitas jual beli hewan kurban mulai meningkat menjelang Hari Raya Iduladha.

Ia menegaskan seluruh proses distribusi ternak juga wajib melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. “Kita rutin lakukan edukasi ke lapangan termasuk pemeriksaan-pemeriksaan rutin oleh aparat kita,” ujar Burhanuddin, Senin 18 Mei 2026.

Burhanuddin menyebutkan, Dinas Peternakan memiliki 7 Puskeswan atau Pusat Kesehatan Hewan yang tersebar di beberapa Kecamatan. Tenaga di puskeswan tersebut bertugas melakukan pemeriksaan, pendampingan peternak, hingga penerbitan dokumen kesehatan ternak.

Selain pemeriksaan di tingkat peternak, pengawasan ketat juga dilakukan terhadap ternak yang akan dikirim ke luar daerah. Hewan kurban hanya bisa diberangkatkan setelah dinyatakan sehat dan memenuhi seluruh prosedur administrasi.

Ia menambahkan, kondisi PMK yang kini terkendali membuat permintaan sapi kurban asal Sinjai kembali normal seperti sebelum wabah terjadi. “Kalau dibanding tahun lalu, tahun ini agak meningkat karena tahun lalu kita kena PMK sehingga ada pembatasan untuk keluar,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....