Siswa SMP Islam Athirah Bone Juara III Lomba Cipta Game Nasional 2026
- 19 Mei 2026 05:18 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Indonesia di bidang teknologi. Dua siswa SMP Islam Athirah Bone, Abyan Hendra Pratama dan Muhammad Azka Dhiyaulhaq, berhasil meraih Juara III dalam ajang Lomba Cipta Game Nasional 2026 Powered by Artificial Intelligence untuk kategori SMP.
Mengusung tema "Indonesia Tanpa Korupsi: The Game Makers Movement", kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Clevio Innovator Camp dengan dukungan dari Yayasan PADI Berdaya Improve Foundation, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Asosiasi Game Indonesia yang berlangsung pada 9 hingga 18 Mei 2026.
Selama pelaksanaan agenda Game Hackathon Online tersebut, seluruh peserta ditantang untuk mendesain dan mengembangkan game secara mandiri sesuai dengan ide serta kreativitas masing-masing. Setelah melalui tahap penyaringan dan pengumpulan karya yang ketat, para peserta terbaik dipilih untuk melaju ke babak final.
Di fase puncak ini, mereka harus mempresentasikan game ciptaannya secara hybrid, yakni bertempat di Mall Ciputra Cibubur sekaligus disiarkan langsung melalui platform Zoom Meeting. Dalam kompetisi ketat tersebut, Abyan dan Azka berhasil memukau juri lewat game buatan mereka yang berjudul "Detektif Anti Korupsi".
Karya ini mengusung konsep petualangan investigasi yang memadukan unsur edukasi dengan gameplay menarik dan modern. Saat memainkannya, pemain akan berperan sebagai seorang detektif yang bertugas membongkar praktik korupsi melalui berbagai tantangan seru serta misi rahasia yang menegangkan.
Game “Detektif Anti Korupsi” ini dikemas kaya fitur seperti stealth system, investigasi kasus, hacking mini game, musuh patroli, dialog system, hingga multiple ending yang membuat setiap keputusan pemain memengaruhi akhir cerita. Pengalaman bermain pun terasa kian hidup dan imersif berkat dukungan efek hujan, sound atmosferik, serta visual pixel art modern.
Terlebih lagi, game interaktif ini memiliki keunggulan utama berupa aksesibilitas yang mudah karena dapat langsung dimainkan melalui browser. Menurut Abyan dan Azka, isu korupsi sering kali dianggap membosankan oleh anak muda jika hanya dipelajari lewat buku pelajaran formal, padahal dampaknya sangat merusak masa depan bangsa.
Olehnya itu, mereka berinisiatif menghadirkan solusi kreatif melalui media interaktif agar pesan moral tentang integritas dapat diterima dengan lebih efektif. "Lewat game, Detektif Anti Korupsi". "Kami ingin membuat nilai kejujuran dan bahaya korupsi menjadi sebuah game petualangan yang seru, interaktif, dan menantang untuk dimainkan," ujar Abyan.
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari bimbingan guru pendamping tim SMP Islam Athirah Bone, Mutiara, S.Pd. Guru Informatika tersebut mengungkapkan rasa syukurnya karena dalam waktu 5 hari pelaksanaan hackathon, anak didiknya mampu menyelesaikan program dengan sangat baik walau sempat terkendala eror teknis.
"Capaian ini diharapkan menjadi stimulus positif bagi Abyan dan Azka untuk tidak cepat puas dan terus mengasah kemampuan coding mereka di masa depan," ujarnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala SMP Islam Athirah Bone, Nuraeni, S.Pd., Gr., yang menilai prestasi ini sebagai bukti nyata bahwa kreativitas generasi muda mampu menjadi sarana edukasi yang inovatif sekaligus inspiratif.
"Dengan memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak, para siswa terbukti mampu melahirkan karya digital yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....