Pengadilan Agama Sinjai Perkuat SDM Kehumasan lewat Pelatihan Jurnalistik

  • 11 Mei 2026 14:31 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Pengadilan Agama Sinjai menggelar pelatihan jurnalistik bagi aparatur kehumasan di Ruang Media Center Pengadilan Agama Sinjai, Senin 11 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan publikasi dan pengelolaan media informasi lembaga peradilan.

Pelatihan tersebut diikuti seluruh aparatur kehumasan Pengadilan Agama Sinjai. Kegiatan berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai teknik penulisan berita hingga pengelolaan informasi publik melalui media digital.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Sinjai, Harmoko Lestaluhu, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas publikasi untuk mendukung keterbukaan informasi publik di lingkungan peradilan.

“Kami berharap aparatur kehumasan memahami teknik-teknik penulisan berita untuk website maupun media sosial Pengadilan Agama Sinjai sehingga informasi pelayanan publik dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, media sosial dan website lembaga peradilan menjadi wajah institusi di mata publik. Karena itu, publikasi yang profesional dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pengadilan.

Menurut Harmoko, keterbukaan informasi menjadi bagian dari pelayanan publik yang harus terus diperkuat. Melalui pelatihan ini, aparatur kehumasan diharapkan mampu menghasilkan informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.

“Publikasi media Pengadilan Agama Sinjai harus terus ditingkatkan karena menjadi bentuk profesionalisme dan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat,” katanya.

Pelatihan jurnalistik tersebut menghadirkan narasumber Jumardi selaku Pimpinan Redaksi Pos Liputan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai teknik dasar jurnalistik, mulai dari unsur dan nilai berita, struktur penulisan berita, hingga cara membuat judul yang sederhana namun menarik perhatian pembaca.

“Berita yang baik bukan hanya informatif, tetapi juga harus mampu menarik minat pembaca melalui penyusunan judul dan isi yang jelas,” ungkap Jumardi.

Peserta pelatihan terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain menyimak materi, para peserta juga aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi terkait praktik penulisan berita untuk kebutuhan website dan media sosial lembaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....