Bertahun-tahun Langganan Banjir, Warga Panyula: Baru Kali Ini Tersentuh Bantuan

  • 11 Mei 2026 09:15 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Bencana banjir yang kembali mengepung sejumlah wilayah di Kabupaten Bone menyisakan cerita pilu bagi warga terdampak khususnya Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Meski wilayah mereka dikenal sebagai titik langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba, distribusi bantuan seringkali dirasa tidak merata oleh masyarakat setempat.

Rasa syukur bercampur ironi terpancar dari wajah Amir, salah satu warga Kelurahan Panyula, yang rumahnya terendam cukup parah pada musibah kali ini. Ia menceritakan bagaimana rumahnya di bagian belakang seolah tertelan air akibat luapan banjir yang datang begitu cepat dan tak terduga.

Kepada RRI, Amir mengungkapkan bahwa ketinggian air yang merendam kediamannya kali ini sangat ekstrem. Ia memperkirakan tinggi permukaan air mencapai satu hingga dua meter, membuat aktivitas di dalam rumah lumpuh total karena hampir seluruh ruangan tidak bisa diakses.

Amir juga menyoroti pola penyaluran bantuan yang selama ini ia rasakan. Ia mengaku sudah sering menghadapi banjir, namun perhatian dari pihak terkait jarang sekali sampai ke pintunya pada tahun-tahun sebelumnya.

"Berapa kali banjir, tidak pernah dapat bantuan. Baru kali ini ada perhatian yang masuk ke kami," ujar Amir.

Senada dengan Amir, seorang ibu warga Lapecce, Lingkungan Pao-pao, Kelurahan Panyula, Dg Caya juga merasakan hal yang sama. Ia harus berjuang sendiri menyelamatkan barang-barang di dalam rumahnya saat air mulai naik di area tarali atau teras rumahnya.

"Masuk air sampai ke dalam rumah. Jualan saya seperti kelapa dan dagangan lainnya hampir habis kena air. Selama ini memang tidak ada bantuan yang masuk, baru sekarang ini ada perhatian," tuturnya dalam bahasa daerah yang kental.

Kini, Ia berharap agar pemerintah tidak hanya hadir saat bencana besar terjadi, namun juga memperhatikan warga di daerah terpencil yang rutin terdampak. Kehadiran bantuan kali ini diharapkan menjadi awal dari pendataan yang lebih akurat bagi seluruh korban banjir di Kabupaten Bone tanpa terkecuali.

Diketahui, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone pada Jumat 8 Mei lalu menyebabkan dua warga meninggal dunia dan merendam beberapa kecamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....