Beyond the Words, Siswa Athirah Bone Berani Inggris
- 07 Mei 2026 15:40 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Suasana di koridor SMP Islam Athirah Bone tampak berbeda selama tiga hari terakhir. Alih-alih kesunyian ruang kelas yang kaku, gelak tawa dan percakapan dinamis terdengar riuh rendah. Uniknya, percakapan tersebut mengalir dalam bahasa Inggris yang jujur, meski sesekali terdengar terbata-bata.
Fenomena ini merupakan bagian dari program bertajuk "English Athirah Zone" yang berlangsung sejak Senin hingga Rabu (4-6 Mei 2026). Bekerja sama dengan LKP SOBBI (Semua Orang Bisa Berbahasa Inggris) asal Kabupaten Soppeng, sekolah ini menghadirkan pengalaman belajar luar biasa: interaksi langsung dengan tujuh native speakers asal Amerika Serikat.
Membawa motto "Beyond the Words" kegiatan ini membuktikan bahwa komunikasi sejati melampaui sekadar hafalan kosakata. Kehadiran para penutur asli yakni Sam, McKinley, JJ, Agus, Lukas, Sophia, dan Joshua terbukti ampuh meruntuhkan tembok kecemasan yang sering menghantui siswa saat belajar bahasa asing.
Penanggung Jawab Kegiatan, Sir Hasmawan, S.Pd., mengungkapkan bahwa kunci keberanian siswa terletak pada atmosfer yang diciptakan tanpa tekanan. "Selama kegiatan, siswa merasa senang bertemu para native speakers. Bahkan mereka yang di kelas merasa kurang mahir bahasa Inggris menjadi lebih berani bertanya, meski dengan kalimat yang tidak lengkap," ungkap Sir Hasmawan. Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menambahkan, siswa sadar bahwa dalam forum ini tidak ada struktur grammar yang dinilai secara kaku, melainkan murni untuk bertukar informasi. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Erwin B, menjelaskan adanya perbedaan psikologis yang signifikan saat siswa berhadapan dengan penutur asli dibandingkan pengajar lokal.
"Jika dengan pengajar lokal, siswa cenderung kurang percaya diri karena merasa lawan bicaranya memiliki latar budaya yang mirip. Berhadapan dengan native speaker memaksa siswa untuk membuka suara demi memuaskan rasa penasaran mereka tentang dunia luar," ujarnya.
Sam, salah satu native speaker asal USA, mengaku sangat terkesan dengan energi yang ia temui di SMP Islam Athirah Bone. Menurutnya, kunci utama dalam menguasai bahasa adalah konsistensi dalam praktik. "Saya merasa senang melihat antusiasme anak-anak dalam belajar. Saya memahami pentingnya untuk selalu menggunakan bahasa Inggris agar mereka terus terlatih," tutur Sam.
Menariknya, dampak positif "English Athirah Zone" tidak hanya berhenti pada siswa. Sam dan rekan-rekannya juga terlibat dalam diskusi hangat serta latihan speaking bersama para guru. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang menyeluruh dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, SMP Islam Athirah Bone berharap semangat "Beyond the Words" terus membekas, menjadikan bahasa Inggris bukan lagi momok, melainkan jembatan untuk menggenggam dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....