Kasus Campak di Bone Meningkat, Dinkes Minta Waspada

  • 07 Mei 2026 13:17 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Dalam beberapa bulan terakhir, kasus campak mengalami lonjakan signifikan, menempatkan Indonesia di peringkat kedua tertinggi di dunia, setelah Yaman. Saat ini, di Kabupaten Bone tercatat kasus suspect campak sebanyak 29 orang yang masih menunggu hasil pemeriksaan sampelnya.

Kepala Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bone, dr. Kasmawar Abbas, DK menjelaskan campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Morbili dan memiliki gejala mirip dengan flu biasa. Meski mirip, campak memiliki gejala yang sangat khas, seperti demam tinggi, batuk, hidung tersumbat, mata merah dan akan timbul ruam merah atau bercak kemerahan pada kulit wajah.

“Ruam itu kemudian akan muncul di leher dan akan menyebar ke seluruh tubuh. Penanda khas lainnya, biasanya pada anak-anak, kita akan melihat bintik putih kebiru-biruan di dalam rongga mulutnya, atau istilah medisnya, Koplik Spot”, jelas Mawar saat dihubungi RRI, Kamis, 7 Mei 2026.

Dikatakan dr. Mawar, penularan campak dapat terjadi melalui dua mekanisme, yakni kontak langsung dengan penderita dan melalui percikan air liur atau droplet. “Virusnya ini bisa masuk menyerang sistem pernapasan ketika orang yang di dalam tubuhnya ada virus campak itu bersin, batuk, dan berbicara”, kata Mawar.

Mawar menekankan campak tidak hanya menyerang bayi atau balita saja, tapi juga ditemukan pada seluruh kelompok usia. “Campak tidak pilih-pilih ya, bahkan dalam 1 tahun terakhir, 2 orang rekan sejawat kami diduga meninggal karena terkonfirmasi atau tertular campak dari pasiennya yang sedang dirawat”, ujarnya.

Lebih jauh, dr. Mawar mengatakan campak adalah penyakit yang sangat menular sehingga masyarakat tidak menyepelekannya. “Kita harus peduli terhadap campak karena 1 dari 18 orang bisa menjadi kasus-kasus yang terkonfirmasi lainnya ketika virus ini menyebar”, kata Kabid P2P Dinkes itu.

Adapun cakupan imunisasi dasar lengkap untuk bayi dan balita di Kabupaten Bone, sebut dr. Mawar baru mencapai 85 % dari 90 % target minimal. Dinkes Bone terus menggencarkan pemberian vaksin campak agar terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....