Eskatologi Haji Gambarkan Perjalanan Akhirat Manusia
- 01 Mei 2026 05:52 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone — Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai ritual fisik, tetapi juga sebagai gambaran perjalanan manusia menuju akhirat. Hal itu disampaikan Dr. Muhammad Asriady, M.Th.I., Wakil Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Bone, dalam dialog keagamaan di RRI Bone, Jumat, 1 Mei 2026.
Menurutnya, konsep “Eskatologi Haji: Teater Simbolik Akhirat” menjelaskan bahwa seluruh rangkaian haji merepresentasikan fase kehidupan manusia dari dunia hingga kembali kepada Allah SWT. “Haji itu bukan sekadar perjalanan, tetapi pengingat kuat tentang kehidupan setelah mati,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam rukun Islam, haji menjadi penyempurna bagi umat Muslim yang mampu. Namun lebih dari itu, haji mengandung pesan spiritual mendalam tentang asal-usul manusia, kehidupan, kematian, dan kebangkitan kembali.
Dr. Asriady menambahkan, setiap rangkaian rukun haji memiliki makna simbolik. Mulai dari ihram dengan pakaian putih yang menyerupai kain kafan, hingga talbiyah sebagai bentuk jawaban atas panggilan Allah. “Itu bukan hanya ucapan, tetapi harus lahir dari kesadaran hati,” katanya.
Ia juga menyoroti wukuf di Arafah sebagai miniatur padang mahsyar, tempat manusia bermuhasabah dan mempertanggungjawabkan amalnya. Sementara tawaf mencerminkan bahwa hidup harus berpusat kepada Allah, dan sa’i menggambarkan usaha serta perjuangan manusia.
Selain itu, melontar jumrah dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap hawa nafsu, sedangkan tahallul menjadi tanda penyucian diri. Ia menegaskan, seluruh rangkaian tersebut membentuk kesadaran spiritual tentang tujuan akhir kehidupan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa rukun haji tidak boleh ditinggalkan. “Kalau satu rukun saja tidak dilaksanakan, maka hajinya tidak sah dan wajib diulang,” tegasnya. Ia juga mengajak umat Islam yang mampu agar tidak menunda-nunda menunaikan ibadah haji.
Bagi yang belum berhaji, Dr. Asriady menganjurkan untuk mengamalkan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. “Puasa Arafah memiliki keutamaan besar, yaitu menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....