Penutupan Pelabuhan Bajoe Lumpuhkan Penghasilan Ratusan Warga Sekitar
- 30 Apr 2026 08:55 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Penutupan sementara Pelabuhan Penyeberangan Bajoe di Kabupaten Bone memicu dampak ekonomi langsung bagi warga yang bergantung pada aktivitas pelabuhan. Ratusan kepala keluarga kini kehilangan sumber penghasilan harian selama masa penghentian operasional.
Anggota Aliansi Masyarakat Bajoe Bersatu, Fahri Rusli menyebut sedikitnya 300 kepala keluarga terdampak akibat penutupan pelabuhan yang direncanakan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Angka tersebut disebut masih berpotensi bertambah. “Kurang lebih 300 KK yang sudah terdata terdampak. Kami juga tidak tahu pasti jumlah keseluruhannya,” katanya, Rabu, 29 April 2026.
Kelompok pekerja informal menjadi yang paling merasakan dampaknya, mulai dari pedagang asongan, tukang ojek, sopir rute Bone-Makassar hingga buruh angkut yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi di kawasan pelabuhan.
“Yang paling parah itu pedagang asongan, ojek, transportasi, dan buruh angkut. Mereka sepenuhnya bergantung pada aktivitas di pelabuhan,” ujarnya.
Dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari, penutupan pelabuhan membuat pemasukan mereka terhenti total. Kondisi ini dinilai berisiko memperburuk ekonomi keluarga dalam waktu singkat. “Kalau tidak ada penyeberangan, otomatis mereka tidak punya penghasilan lagi,” tambahnya.
Sebelumnya, pihak ASDP Cabang Bajoe menyatakan telah menyalurkan bantuan sosial berupa 500 paket sembako kepada masyarakat terdampak serta menggelar pelatihan kewirausahaan sebagai upaya pemberdayaan selama masa penutupan.
“Setidaknya bisa membantu meringankan beban masyarakat. Kami juga memberikan pelatihan agar ada bekal tambahan, terutama bagi generasi muda,” ujar GM ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu saat kegiatan Media Gathering serta program ASDP Peduli Bantuan Sembako.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....