ASDP Bajoe Perbaiki Pelabuhan, Kapasitas Dermaga Naik Lima Puluh Ton

  • 30 Apr 2026 08:21 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Penutupan sementara Pelabuhan Bajoe menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur penyeberangan. Selama masa renovasi, seluruh layanan dialihkan ke Pelabuhan Siwa guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap berjalan.

Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Mei 2026, setelah sebelumnya operasional di Bajoe masih melayani penyeberangan terbatas hingga akhir April. Pengalihan ini dipastikan tidak mengganggu layanan secara keseluruhan.

General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, menyebutkan bahwa renovasi dilakukan karena kondisi dermaga sudah tidak lagi memadai untuk beban kendaraan saat ini. “Kalau kita lihat memang sudah perlu pembenahan. Ini untuk menunjang aktivitas penyeberangan ke depan agar lebih maksimal,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.

Selain peningkatan kualitas, kapasitas dermaga juga akan ditingkatkan secara signifikan. Dari sebelumnya sekitar 30 ton, akan naik menjadi 50 ton setelah proses renovasi rampung. “Dengan adanya renovasi ini kapasitasnya akan ditambah menjadi 50 ton agar bisa mengakomodasi kendaraan yang lebih besar,” tambahnya.

Proses pengerjaan ditargetkan berlangsung selama 30 hari kalender dengan harapan selesai tepat waktu. ASDP juga mengantisipasi berbagai kendala agar layanan dapat kembali normal sesuai jadwal.

Sebelumnya, Eksekutif Direktur ASDP Indonesia Ferry Regional 4, Syamsudin, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk meminimalkan risiko keselamatan akibat tingginya beban kendaraan dan usia infrastruktur. “Kondisi sekarang bebannya sudah jauh lebih berat, sehingga perlu perbaikan untuk menghindari risiko bagi pengguna jasa,” jelasnya.

Selama masa pengalihan, sistem tiket tetap dilakukan secara daring melalui Ferizy dengan tarif yang tidak mengalami perubahan, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan dengan mudah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....