Sawah Tadah Hujan di Sinjai Mulai Kekeringan saat Musim Tanam
- 22 Apr 2026 19:15 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Musim tanam di Kabupaten Sinjai mulai dihadapkan pada ancaman kekeringan, khususnya di wilayah persawahan tadah hujan yang belum mendapatkan pasokan air memadai. Petani di Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Ansar Yunus, mengungkapkan kondisi sawah saat ini mulai terdampak akibat tidak turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Wah, kekeringan sekarang ini, sudah sekitar sepuluh hari tidak hujan,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.
Ansar yang juga Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Alehanuae menjelaskan, sebagian petani sebenarnya telah memulai tanam, namun pertumbuhan tanaman terhambat karena minimnya sumber air. “Kalau di wilayah kami, ada yang sudah tanam, ada yang belum. Tapi yang sudah tanam ini juga kekeringan karena tidak ada air yang bisa dipompa,” katanya.
Ia menyebut, sebagian besar lahan di Sinjai Utara masih mengandalkan sistem tadah hujan, tanpa dukungan irigasi maupun sumber air besar yang bisa dimanfaatkan saat kemarau. “Kita di sini tadah hujan saja. Sungai besar juga tidak ada, hanya sungai kecil, itu pun kering,” jelasnya.
Kondisi ini membuat petani terpaksa menunda musim tanam dan menunggu turunnya hujan agar proses penanaman bisa berjalan optimal. “Mungkin bulan Mei baru kita mulai tanam, kalau sudah ada hujan. Sekarang sawah sudah diolah semua, tinggal tunggu air,” ungkapnya.
Meski demikian, Ansar menyebut hasil panen sebelumnya pada Maret lalu masih tergolong baik, dengan produktivitas mencapai sekitar enam ton per hektare.
“Kalau yang baru ini sekitar enam ton per hektare. Itu berdasarkan hasil pengambilan ubinan, jadi memang dihitung dari sampel di lapangan. Khusus di Alehanuae, hasilnya sekitar enam ton per hektare, panennya periode bulan Maret kemarin,” tutup Ansar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....