Stagnasi Kesetaraan Gender dibalik Kekerasan terhadap Perempuan
- 22 Apr 2026 16:55 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Ditengah gencarnya percepatan kesetaraan gender digaungkan, masih banyak perempuan di negeri ini justru tidak merasa aman dan nyaman untuk memperjuangkan hak-haknya. Sebagai kaum yang selalu dianggap lemah, mereka selalu dijadikan objek dari tindakan pelecehan kaum lelaki yang seharusnya bisa menjadi benteng pertahanan.
Baru-baru ini, sebuah grup mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri ternama menuai kecaman dari berbagai pihak, lantaran percakapan di dalamnya mengarah pada pelecehan seksual secara verbal. Perilaku tersebut dinilai tidak pantas dan tidak seharusnya terjadi, terutama di lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai etika dan hukum.
Mahasiswa IAIN Bone, Mila menyebut bahwa tindakan tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi korban, sekalipun masih berupa ujaran saja. “Seharusnya para pelaku mendapatkan sanksi tegas agar menimbulkan efek jera, sekaligus juga mencegah orang lain memiliki niat yang serupa”, kata Mila kepada rri.co.id, Selasa, 21 April 2026.
Senada dengan itu, Afni yang merupakan Mahasiswa IAIN Bone juga turut mengecam tindakan tersebut. Ia menilai perbuatan tersebut sangat tidak pantas, terlebih jika dilakukan oleh seorang mahasiswa dari fakultas hukum.
“Mahasiswa hukum seharusnya lebih memahami aturan dan konsekuensi dari tindakan pelecehan yang dilakukan. Kita sebagai perempuan juga merasa was-was karena di kampus pun hal seperti itu masih bisa terjadi”, ungkapnya resah.
Afni berharap kasus ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat agar tidak menormalisasi tindakan demikian. Dirinya juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dan berperilaku bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, kasus pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia masih tergolong tinggi. Data 2025 menunjukkan angka kekerasan seksual tembus lebih dari 24,4 ribu kasus.
Ironisnya, mayoritas pelaku berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti teman, pasangan, atau bahkan keluarga. Ketika orangnya terdekat pun tak lagi menyediakan rasa aman, maka siapakah lagi yang bisa kita percaya ?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....