Bangun Social Capital, Pembeda Manusia dengan Robot
- 18 Apr 2026 15:45 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Ditengah perkembangan teknologi yang semakin maju, guru sebagai tenaga pendidik dituntut harus kreatif dan inovatif agar tidak tergilas oleh Artificial Intelegence (AI). Adapun salah satu hal yang perlu diperkuat di era kekinian adalah social capital.
Praktisi pendidikan, Jusria Kadir, S.Sos., M.Pd. menjelaskan social capital terdiri dari 3 hal, yakni pertama, membangun trust atau kepercayaan. “Membangun trust kepada orang-orang secara sosial dan kemampuan anak-anak boleh percaya kepadanya”, jelas Jusria kepada rri.co.id, Sabtu, 18 April 2026.
Jusria mengatakan yang kedua, membangun norma. Norma merupakan karakter yang tidak bisa dibangun dengan teknologi, itulah yang membedakan manusia dengan robot. “Kalau robot kan menggunakan AI yang bisa dioperasikan dengan penggunaan kecerdasan buatan, berbeda dengan manusia yang punya sifat dan karakter, inilah yang harus dibangun”, ungkap Jusria.
Kemudian yang ketiga menurut Jusria yang akrab disapa Bunda Yus, membangun jejaring atau pertemanan karena kita adalah makhluk sosial. “AI itu seperti pisau yang memiliki dua sisi yang bisa positif, bisa juga negatif, maka guru, orang tua dan masyarakat perlu membantu membatasi penggunaan teknologi”, lanjut Bunda Yus.
Pembatasan inipun sejalan dengan kebijakan yang telah mulai diterapkan oleh pemerintah pada 28 Maret 2026. Regulasi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 tahun 2026 (Turunan PP 17/2025) untuk melindungi anak dibawah usia 16 tahun dari kecanduan gawai, konten berbahaya, dan cyber bullying.
Bunda Yus yang turut mendukung regulasi itu menegaskan kita tidak bisa hanya mengandalkan teknologi karena tidak memiliki sisi humanisme. “Teknologi ini ‘ka robot yang tidak punya feel, tidak punya perasaan seperti manusia”, tegas Bunda Yus.
Faktanya, manusia adalah makhluk yang butuh divalidasi dan diakui perasaannya, maka mereka perlu berteman, jejaring dan interaksi sosial karena itulah fitrahnya. “Guru dan orang tua harus memastikan anak-anak tetap dapat interaksi ini karena itu tidak bisa didapatkan kalau hanya bertumpu pada AI atau teknologi yang lain”, lanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....