SMP Athirah Bone Buka Sidang KTI Literasi 2026
- 16 Apr 2026 11:59 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - SMP Islam Athirah Bone resmi membuka rangkaian Sidang Presentasi Tugas Akhir Jaminan Mutu Literasi tahun 2026 pada Rabu, 15 April 2026. Bertempat di Ruang Bahasa Indonesia, sidang perdana ini menjadi ajang bagi siswa kelas IX untuk mempertahankan Karya Tulis Ilmiah (KTI) mereka di hadapan dewan penguji.
Kegiatan ini merupakan muara dari proses panjang yang telah ditempuh siswa sejak Desember 2025. Sebagai bentuk nyata perwujudan jaminan mutu literasi, sekolah memberikan fleksibilitas bagi siswa kelas akhir untuk memilih satu dari empat jenis tugas akhir, Karya Tulis Ilmiah (KTI) Bidang Sastra.
Karya Tulis Ilmiah (KTI) Bidang Sains, Penulisan dan Bedah Buku Karya Siswa, Presentasi Tadabbur Ayat (Khusus program Takhassus/Hafiz Qur’an). Pada pembukaan sidang, fokus utama tertuju pada bidang sastra. Empat siswa tampil memaparkan hasil penelitian mereka yang berbasis pada analisis karya sastra populer. Mawar: Membedah program literasi sekolah boarding dalam novel Negeri Lima Menara. Fadhil Khairi Azzam: Meneliti pedoman hidup dalam novel Janji karya Tere Liye. Kayla Regina: Menganalisis dampak kekerasan terhadap mental anak pada novel Rumah untuk Alie. Andi Inayah: Mengulas nilai humanis dalam novel Cake Shop.
Sidang yang dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan didampingi dua guru penguji. Suasana ruang sidang juga tampak hidup dengan kehadiran rekan sejawat kelas IX yang turut memberikan dukungan.
Wakil Kepala SMP Islam Athirah Bone, Erwin, B., S.Pd., Gr., ME., menyatakan rasa bangganya atas kualitas presentasi para siswa di hari pertama. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga sekali atas penampilan siswa di sidang perdana hari ini. Ini merupakan bentuk representasi dari hasil belajar anak-anak selama hampir tiga tahun di sekolah," ujar Erwin saat diwawancarai usai kegiatan.
Erwin menekankan bahwa keterampilan meneliti dan menulis yang diasah melalui program ini bukan sekadar formalitas syarat kelulusan. Pihak sekolah berharap bekal literasi ini menjadi investasi intelektual bagi siswa di masa depan. "Semoga apa yang siswa dapatkan bisa menjadi bekal berharga untuk jenjang pendidikan berikutnya, baik di SMA maupun saat di perguruan tinggi nanti," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....