Nelayan Bone Minim Tangkapan, Harga Ikan Terus Melonjak
- 14 Apr 2026 17:50 WIB
- Bone
RRI CO.ID, Bone - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bone sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki pertengahan 2026 berdampak signifikan terhadap pasokan dan harga pangan laut. Minimnya hasil tangkapan nelayan memicu lonjakan harga ikan di sejumlah pasar tradisional yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Sekretaris Kelompok Nelayan Padang Arafah Kabupaten Bone, Yusdin, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu sangat memengaruhi produktivitas nelayan di laut. Menurutnya, faktor alam ini menjadi penyebab utama kelangkaan stok ikan di pasaran.
"Kalau cuaca ekstrem, kadang nelayan tidak turun melaut. Terkadang juga melaut hingga 15 hari baru kembali ke darat saking sulitnya mendapatkan ikan," ujar Yusdin. Selasa, 14 April 2026.
Kondisi ini, lanjut Yusdin, secara otomatis memicu kenaikan harga jual di tingkat pedagang karena biaya operasional nelayan yang membengkak sementara hasil tangkapan sedikit. "Jadi otomatis harga ikan di sejumlah pasar tradisional itu pasti mahal," imbuhnya.
Kenaikan harga ini dirasakan berat oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang mengandalkan ikan sebagai lauk utama. Usnul, salah satu warga Bone, mengaku kesulitan mengatur pengeluaran konsumsi harian akibat harga ikan yang terus merangkak naik sejak sebelum bulan Ramadan lalu.
"Sejak kenaikan harga sebelum Ramadan, harganya tidak pernah turun, yang ada malah tambah naik," keluh Usnul.
Berdasarkan pantauan di lapangan, berikut adalah rincian harga beberapa komoditas laut di Pasar Bajoe,
Ikan Katombong
Rp45.000 / kg
Ikan Bandeng
Rp25.000 / 2 ekor
Ikan Putih
Rp50.000 / kg
Udang (Ukuran Sedang)
Rp140.000
Warga berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas melaut kembali normal dan harga kebutuhan pokok, khususnya protein laut, dapat kembali stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....