Pelatihan PPGD Sinjai Ditutup, Perawat Didorong Lebih Sigap
- 13 Apr 2026 19:46 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Pelatihan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) angkatan ke-2 di Kabupaten Sinjai resmi ditutup, dengan penekanan pada pentingnya kesiapan perawat dalam menghadapi kondisi darurat secara cepat dan tepat. Kegiatan yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sinjai bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Sulsel ini ditutup pada Minggu sore, 12 April 2026 di RSUD Sinjai.
Penutupan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariany Djalil, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PPNI Kabupaten Sinjai. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan perawat dalam memberikan pertolongan pertama menjadi faktor krusial dalam menentukan keselamatan pasien. Menurutnya, kecepatan dan ketepatan tindakan sangat berpengaruh terhadap peluang hidup seseorang.
“Kami sangat mengapresiasi pelatihan ini. Kita ingin output pelatihan ini benar-benar terimplementasi saat menolong sesama, sehingga dapat mencegah kecacatan dan menekan angka kematian,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong perawat untuk terus meningkatkan kompetensi klinis. Para peserta juga diharapkan menjadi garda terdepan yang tangguh dan responsif dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.
“Harapan kita, peserta kembali ke unit kerja dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi dan standar pelayanan yang lebih baik. Kecepatan bertindak harus dibarengi dengan ketepatan prosedur,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua HIPGABI Sulsel, perwakilan manajemen RSUD Sinjai, serta jajaran pengurus DPD PPNI Kabupaten Sinjai sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat layanan kegawatdaruratan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....