Meski Hadapi Konflik Timur Tengah, Pesiapan Haji 2026 Sesuai Rencana
- 01 Apr 2026 14:13 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone — Konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa keberangkatan jamaah haji Indonesia tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bone, H. Muhammad Rafi As’ad, S.Ag., M.M., M.H., mengatakan bahwa hingga saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji terus berjalan sesuai rencana. “Tugas kami saat ini fokus pada persiapan keberangkatan jamaah, dan semua persyaratan sudah disiapkan dengan baik,” ujarnya saat menjadi narasumber di program Bincang Siang RRI Bone, Rabu 1 April 2026.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah Republik Indonesia melalui Wakil Menteri Haji dan Umroh telah melakukan koordinasi langsung ke Arab Saudi untuk memastikan kepastian penerimaan jamaah haji Indonesia. Dari hasil komunikasi tersebut, Arab Saudi menegaskan kesiapannya menerima jamaah haji seperti biasa.
“Terkait kondisi geopolitik, memang ada kekhawatiran. Namun Arab Saudi sudah memberikan jaminan bahwa sampai saat ini situasi tetap aman dan jamaah haji tetap bisa diberangkatkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rafi As’ad menjelaskan bahwa pemerintah bersama DPR telah menyiapkan tiga opsi jika terjadi kondisi darurat. Opsi pertama adalah tetap memberangkatkan jamaah dengan penyesuaian rute penerbangan yang lebih panjang. “Jika kondisi mendesak, rute bisa dialihkan, misalnya melalui India atau Afrika, dengan durasi perjalanan hingga 15 jam,” katanya.
Ia menegaskan bahwa jika terjadi penambahan biaya akibat perubahan rute, maka seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah. “Jamaah tidak akan dibebani biaya tambahan. Itu menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.
Opsi kedua, lanjutnya, adalah pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jamaah meskipun Arab Saudi tetap membuka akses, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Sedangkan opsi ketiga adalah jika Arab Saudi menutup akses sepenuhnya, maka keberangkatan jamaah akan ditunda ke tahun berikutnya.
Meski demikian, Rafi memastikan bahwa hingga saat ini kondisi masih aman, bahkan aktivitas umrah tetap berjalan normal. “Jalur penerbangan menuju Arab Saudi berbeda dengan wilayah konflik. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Informasi dari Duta Besar Arab Saudi juga menegaskan bahwa situasi aman,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....