Aksi Massa di Bajoe Bone, Desak ASDP Operasikan Dermaga Dua
- 31 Mar 2026 15:11 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Senin 30 Maret 2026. Aksi ini menuntut pengoperasian Dermaga 2 sebagai solusi penutupan Dermaga 1.
Aksi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Bajoe Bersatu tersebut memblokade akses masuk pelabuhan. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh dan antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer.
Massa membawa berbagai spanduk berisi kritik terhadap kebijakan PT ASDP Indonesia Ferry. Sejumlah tulisan tuntutan hingga aksi pembakaran ban dilakukan sebagai bentuk protes.
Koordinator aksi, Rafli Pasha, menilai penutupan pelabuhan merugikan masyarakat pengguna jasa penyeberangan. “Kami mendesak PT ASDP untuk mengevaluasi kebijakan penutupan total pelabuhan selama perbaikan Dermaga 1,” ujarnya.
Ia menegaskan keberadaan Dermaga 2 seharusnya dapat difungsikan sebagai alternatif layanan. Hal ini dinilai penting agar aktivitas penyeberangan tetap berjalan. “Kami meminta Dermaga 2 segera dioperasikan agar pelayanan tidak terhenti,” katanya.
Selain itu, massa juga meminta penundaan perbaikan Dermaga 1 sebelum ada kejelasan operasional dermaga cadangan. Mereka menilai kebijakan saat ini berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Aliansi juga menuntut transparansi dari pihak ASDP terkait dampak sosial ekonomi penutupan pelabuhan. Data teknis kerusakan dermaga diminta dibuka secara jelas kepada publik.
Massa memberi ultimatum selama 2x24 jam kepada pihak ASDP untuk menindaklanjuti tuntutan. Jika tidak dipenuhi, aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar akan kembali dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....