Dewan Soroti Antrean Panjang BBM di Bone
- 31 Mar 2026 10:01 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Komisi II DPRD Bone menyoroti antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah SPBU dan meminta distribusi tepat sasaran. Hanini berdasarkan pemantauan langsung dilakukan di beberapa titik, termasuk kawasan Cabalu dan Jalan Ahmad Yani.
Ketua Komisi II DPRD Bone, Andi Muhammad Idris Rahman, mengatakan antrean dipicu keterlambatan pasokan dan pengurangan kuota. Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor utama meningkatnya kepadatan kendaraan di SPBU. “Saya sempat mengawasi dua SPBU di Bone dan memberikan teguran karena antrean panjang,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menyebut antrean masih dapat dimaklumi jika terjadi karena keterlambatan distribusi. “Kalau antre karena pasokan terlambat dan kuota dikurangi, itu memang wajar,” kata Andi Muhammad Idris.
Namun, ia menegaskan seluruh kuota BBM untuk Kabupaten Bone harus dimanfaatkan masyarakat setempat. Ia tidak ingin terjadi penyimpangan distribusi hingga BBM keluar daerah. “Semua kuota dari Pertamina untuk Bone harus dipakai oleh masyarakat Bone, jangan sampai dibawa ke luar daerah,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan SPBU agar tidak melakukan praktik curang dalam penyaluran BBM. Termasuk pengisian jeriken dalam jumlah besar yang berpotensi disalahgunakan. “Kalau ada SPBU yang main-main atau jeriken diisi untuk dibawa keluar daerah, harus diberikan sanksi keras,” ucapnya.
Meski demikian, penggunaan jeriken tetap diperbolehkan bagi sektor tertentu seperti nelayan dan pertanian. Ia menekankan layanan kepada sektor tersebut harus tetap berjalan sesuai aturan. “Untuk nelayan dan sektor pertanian, itu tidak masalah karena memang kebutuhan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi keterlibatan oknum atau tengkulak dari luar daerah dalam situasi kelangkaan BBM. Menurutnya, pengawasan harus diperketat untuk mencegah praktik tersebut. “Kalau ada permainan dengan pihak luar, harus ada tindakan tegas,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....