Pedagang Makanan Bone Keluhkan Harga Bahan Baku Naik
- 30 Mar 2026 11:09 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Sejumlah pedagang makanan di Kabupaten Bone mengeluhkan kenaikan harga bahan baku usai perayaan Idul Fitri 2026. Kenaikan ini terutama terjadi pada sejumlah bahan pokok seperti ayam potong yang menjadi kebutuhan utama dalam usaha kuliner.
Para pedagang mengaku lonjakan harga terjadi beberapa hari setelah Lebaran. Kondisi ini membuat mereka harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk tetap menjalankan usaha, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dan harga jual belum dinaikkan.
Salah seorang pedagang nasi kuning khas mama, Sunar, mengungkapkan bahwa kenaikan paling terasa terjadi pada harga ayam potong dan telur. “Harga ayam saat ini mencapai Rp85.000 per ekor untuk ukuran sedang, padahal sebelumnya harga tersebut sudah bisa mendapatkan ayam berukuran besar. Sementara itu, harga telur mencapai Rp63.000 per rak,” jelas Sunar saat dikonfirmasi rri.co.id, Senin 30 Maret 2026.
Selain itu, pedagang sate, Mama Al, mengaku kenaikan harga ayam sangat memengaruhi penjualannya karena menjadi bahan baku utama dagangannya. Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh semakin menipis.
“Kalau harga ayam naik, otomatis biaya produksi juga ikut naik. Sementara kita tidak bisa langsung menaikkan harga jual karena takut pelanggan berkurang. Bahkan harga tomat dan pembungkus makanan juga ikut naik,” ujar Mama Al.
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok agar usaha kecil tetap bertahan. Mereka juga berharap adanya perhatian dan solusi konkret, seperti operasi pasar atau pengendalian distribusi, sehingga beban biaya produksi tidak terus meningkat.
Dengan kondisi harga yang kembali stabil, para pelaku usaha kuliner optimistis dapat menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....