Peziarah Makam Macanang hingga Kini Masih Ramai

  • 27 Mar 2026 14:48 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone — Memasuki H+6 Idul Fitri 1447 H, suasana di Perkuburan Macanang, Kota Watampone, masih dipadati peziarah. Pada Jumat, 27 Maret 2026, pantauan RRI.CO.ID, masyarakat terlihat terus berdatangan untuk melakukan ziarah ke makam keluarga, memanfaatkan momen Lebaran sebelum kembali ke rutinitas masing-masing.

Tradisi nyekar atau ziarah kubur memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Kabupaten Bone. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah wafat, ziarah juga dimaknai sebagai sarana refleksi diri dan pengingat akan kehidupan setelah dunia.

Salah satu warga, Andi Sukma Dwiyanti, mengaku rutin menyempatkan diri berziarah selama masih berada di kampung halaman. Ia mengatakan, setiap momen mudik selalu dimanfaatkan untuk mengunjungi makam orang tua, termasuk pada hari Jumat sebelum kembali bekerja di Jakarta .

“Selagi masih pulang kampung, saya sempatkan ziarah. Waktu Lebaran sudah ke sini, dan hari ini Jumat sebelum kembali ke Jakarta juga datang lagi. Memang masih ramai sekali, kendaraan juga padat,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus kendaraan cukup meningkat dibanding hari biasa. Area parkir dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat, sementara para peziarah silih berganti datang membawa bunga, air, dan perlengkapan ziarah lainnya.

Ramainya peziarah ini turut membawa berkah bagi para pedagang musiman di sekitar area pemakaman. Sejumlah penjual bunga, daun pandan, hingga air untuk menyiram makam terlihat melayani pembeli yang terus berdatangan sejak pagi hari.

Salah satu pedagang, Hasnawati, mengaku bersyukur dengan meningkatnya jumlah pengunjung pada Lebaran tahun ini. Ia menyebutkan, omzet penjualannya mengalami kenaikan signifikan, dengan pendapatan rata-rata mencapai Rp150 ribu per hari hingga H+6 Lebaran.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah kubur tidak hanya memiliki nilai spiritual dan kultural yang kuat di tengah masyarakat, tetapi juga berdampak pada perputaran ekonomi lokal. Momentum Idul Fitri pun tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar sesama, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi ziarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....