ASDP Pastikan Aktifitas Pelabuhan Bajoe Tetap Berjalan Selama Penyesuaian
- 26 Mar 2026 21:52 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kekhawatiran warga dan calon penumpang mencuat menyusul penyesuaian operasional penyeberangan Bajoe-Kolaka. Sejumlah masyarakat yang bergantung pada aktivitas pelabuhan mengaku cemas terhadap dampak ekonomi dan akses transportasi selama masa penghentian sementara operasional di dermaga utama.
Menanggapi hal tersebut, General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan penutupan permanen, melainkan langkah teknis untuk menjamin keselamatan pengguna jasa. Ia memastikan bahwa aktivitas di kawasan Pelabuhan Bajoe tetap berjalan, meskipun terdapat pembatasan di area tertentu yang terdampak pekerjaan.
Menurut Anom, keputusan ini diambil berdasarkan hasil asesmen teknis oleh konsultan independen yang menemukan adanya penurunan kondisi struktur pada Dermaga Movable Bridge (MB). Kondisi tersebut dinilai perlu segera direhabilitasi secara menyeluruh guna menyesuaikan dengan beban kendaraan serta menjamin keamanan operasional jangka panjang.
Selain itu, Dermaga 2 yang selama ini menjadi alternatif sandaran kapal juga mengalami kerusakan berat dan tidak lagi direkomendasikan untuk digunakan. Oleh karena itu, penghentian sementara operasional di titik tersebut menjadi langkah preventif yang tidak bisa ditunda demi menghindari risiko keselamatan.
Di tengah kekhawatiran warga, ASDP memastikan bahwa aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan pelabuhan tetap berlangsung. Area pelabuhan tetap dibuka bagi masyarakat, termasuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk terus berjualan di area komersial yang tidak terdampak langsung oleh pekerjaan konstruksi.
“Ini bukan penutupan total. Kami hanya melakukan penyesuaian operasional demi keselamatan bersama. Aktivitas masyarakat tetap berjalan dan kami berupaya agar dampaknya bisa diminimalkan,” jelas Anom Sedayu, Kamis 26 Maret 2026.
ASDP juga mendorong agar kegiatan ekonomi dan sosial, termasuk seni dan budaya di sekitar pelabuhan, tetap hidup selama masa penyesuaian berlangsung. Langkah ini diharapkan dapat menjaga perputaran ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas penyeberangan.
Sementara itu, untuk layanan penyeberangan, lintasan Bajoe–Kolaka dialihkan sementara ke Pelabuhan Siwa sebagai bagian dari pengaturan operasional. ASDP memastikan, setelah proses rehabilitasi selesai, layanan akan kembali normal seperti sebelumnya. ASDP mengajak masyarakat untuk memahami bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan. Meski menimbulkan kekhawatiran, langkah ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengguna jasa di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....