Penutupan sementara Pelabuhan Bajoe Picu Kekhawatiran Warga dan Penumpang
- 26 Mar 2026 21:22 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Rencana penutupan sementara penyeberangan di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai 1 April hingga 1 Juni 2026, memicu kekhawatiran warga lokal yang bergantung pada aktivitas pelabuhan. Sejumlah masyarakat mengaku cemas kehilangan sumber penghasilan akibat berhentinya operasional sementara tersebut.
Penutupan dilakukan sebagai bagian dari perbaikan Dermaga 1, khususnya pada struktur movable bridge atau jembatan bergerak yang menjadi fasilitas utama sandaran kapal. Selama masa pengerjaan, rute penyeberangan Bajoe-Kolaka akan dialihkan melalui Pelabuhan Siwa di Kabupaten Wajo.
Kondisi ini langsung berdampak pada warga sekitar pelabuhan, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari aktivitas penumpang. Salah satunya Abbi, tukang ojek yang telah puluhan tahun mangkal di kawasan Pelabuhan Bajoe.
Abbi mengaku tidak pernah menerima sosialisasi resmi terkait rencana penutupan tersebut. Ia bahkan baru mengetahui informasi itu dari sesama warga di sekitar pelabuhan. “Tidak pernah. Kita tidak tahu, karena di sini kita cuma tukang ojek,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia menambahkan, dalam kondisi normal dirinya bisa mengangkut lebih dari 10 penumpang setiap hari dengan tarif sekitar Rp10 ribu per orang. Menurutnya, aktivitas pelabuhan sangat berpengaruh terhadap pendapatan harian yang diperolehnya.
“Tergantung penumpang. Biasanya sepuluh orang ke atas satu hari, biasa lebih. Jelasmi itu, apalagi kalau kita bonceng penumpang,” tambahnya.
Abbi berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar warga tetap memiliki sumber penghasilan selama masa penutupan berlangsung. Ia khawatir kondisi ini akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat kecil di sekitar pelabuhan.
Sementara itu, calon penumpang, Ajeng, juga mengeluhkan rencana pengalihan rute ke Pelabuhan Siwa. Menurutnya, perubahan tersebut akan menambah jarak tempuh sekaligus biaya perjalanan yang harus dikeluarkan. “Kalau dialihkan ke Siwa, berarti tambah jauh lagi. Biaya juga pasti bertambah, ribet,” keluhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....