Harga Bahan Pokok di Bone Naik Pasca Lebaran Idulfitri

  • 26 Mar 2026 16:59 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Sejumlah komoditas kebutuhan dapur di Kabupaten Bone mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Berdasarkan pantauan di Pasar Sentral Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat, kenaikan terjadi pada berbagai bahan pokok seperti cabai, bawang, hingga kacang-kacangan. Tren kenaikan ini bahkan sudah mulai terasa sejak sebelum Hari Raya Idulfitri.

Harga cabai rawit saat ini bertahan di angka Rp80 ribu per kilogram. Sementara cabai merah besar naik dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, dan cabai merah keriting melonjak dari Rp20 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Selain itu, bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Sementara bawang putih dan bawang bombai masih stabil di kisaran Rp40 ribu per kilogram, begitu pula tomat yang berada di harga Rp10 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain seperti kentang yang naik dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram. Bahkan harga tempe melonjak dari Rp5 ribu menjadi Rp18 ribu per bungkus, sementara kacang tanah dan kacang hijau kini dijual Rp50 ribu per liter dari sebelumnya Rp30 ribu.

Salah seorang pedagang, Jumrah, mengaku kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. “Beberapa hari ini mulai naik, apalagi yang sering dicari seperti cabai dan kacang-kacangan. Memang sudah naik dari sebelum Lebaran,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Banyak pembeli kini mengurangi jumlah belanja akibat harga yang terus meningkat. “Pembeli sekarang banyak yang beli sedikit-sedikit, jadi kami juga penjual ikut terasa sepi,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan salah satu pembeli, Nurlia, yang mengaku keberatan dengan kenaikan harga bahan pokok. Ia terpaksa mengatur ulang pengeluaran rumah tangga agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Sekarang hampir semua naik, jadi harus lebih hemat belanja. Biasanya beli banyak, sekarang dikurangi,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk mengendalikan harga di pasaran agar tidak terus memberatkan masyarakat, terutama pasca Lebaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....