Persiapan PORPROV 2026 di Bone Hadapi Sejumlah Tantangan

  • 11 Mar 2026 20:01 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Ajang olahraga 4 tahunan, Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) akan segera dihelat pada Oktober 2026 mendatang. Meski Kabupaten Bone telah menyatakan kesiapaannya bersama Wajo dalam event ini, namun persiapannya pun tak lepas dari sejumlah tantangan.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, Andi Akbar, S.Pd., M.Pd. menuturkan event kali ini berbeda dengan PORPROV 20 tahun yang lalu karena sebelumnya Bone merupakan tuan rumah tunggal. “Selain itu, tahun ini ada penambahan 13 cabang olahraga (cabor) baru, yaitu Muaythai, MMA dan beberapa cabor eksebisi”, tutur Andi Akbar pada Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut Andi Akbar, penambahan cabor yang cukup signifikan, terlebih lagi dengan posisi sebagai tuan rumah, menjadi catatan tersendiri dalam penyelenggaraan PORPROV. Dikatakan, cabor baru ini membutuhkan persiapan yang matang, baik dari segi atlet, infrastruktur maupun venue.

“Terkait venue, provinsi sebagai pelaksana kegiatan, sampai hari ini belum pernah turun ke lapangan untuk melakukan visitasi. Seharusnya ‘kan mereka melakukan visitasi dulu, baru menentukan venueyang ada di Wajo dan Bone ini layak atau tidak ?” jelas Andi Akbar.

Tantangan lainnya yang dihadapi adalah belum ada pembagian tempat pelaksanaan cabor yang akan dipertandingkan untuk kedua tuan rumah yang ditunjuk. “Sehingga kita juga bingung mau membangun yang mana karena ada beberapa cabang olahraga baru, "ungkap Kadispora Bone itu.

Kurangnya koordinasi antara provinsi dengan tuan rumah juga mengakibatkan pemerintah kabupaten Bone melalui KONI Bone belum melaksanakan pembangunan venue baru. “Secara umum, semua venuelama masih layak untuk digunakan tapi masih perlu dilakukan perbaikan karena ada beberapa yang perlu dilengkapi agar bisa dijadikan sebagaj tempat pelaksanaan PORPROV, " kata Andi Akbar.

Mengingat penyelenggaraannya tidak lama lagi, Andi Akbar berharap pihak provinsi proaktif melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam rangka persiapan venue. “Membangunnya ‘kan tidak segampang yang kita bayangkan karena nilainya yang besar. Kemudian tentu ada sharingjuga karena kabupaten tidak akan serta merta melakukan pembangunan tanpa petunjuk dari provinsi”, tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....