Bupati Bone Sambut Investasi Mangrove Asal Jepang
- 15 Feb 2026 19:35 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, secara resmi menerima kunjungan rombongan investor asal Jepang dari YL Forest Co. Ltd di Rumah Jabatan Bupati Bone, Minggu, 15 Februari 2026. Pertemuan ini menandai langkah awal investasi besar berbasis lingkungan yang mengintegrasikan sektor perikanan dengan pelestarian hutan mangrove.
Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Direktur sekaligus CEO YL Forest Co. Ltd, Naoto Akune, didampingi oleh Kaori Kawazoe dan Keiji Sato. Kedatangan mereka membawa misi untuk menerapkan sistem budidaya perikanan berkelanjutan yang ramah lingkungan di wilayah pesisir Bone.
Dalam sambutannya, Andi Asman Sulaiman menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bone terhadap rencana investasi ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. "Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bone, kami sangat mendukung investasi ini. Apalagi investasi di bidang lingkungan merupakan bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ujar Andi Asman.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati langsung menginstruksikan jajarannya untuk menginventarisasi kawasan hutan mangrove yang memerlukan rehabilitasi. Ia menilai proyek ini bukan sekadar soal modal, melainkan peluang besar untuk pemberdayaan masyarakat pesisir.
Presiden Direktur YL Forest Co. Ltd, Naoto Akune, menjelaskan bahwa investasi ini akan mengadopsi metode Silvofishery. Metode ini mengintegrasikan pelestarian hutan dengan aktivitas ekonomi produktif. Komposisi Lahan, 60-80% area tetap menjadi hutan mangrove, 20-40% dimanfaatkan sebagai kolam/parit budidaya. Komoditas: Udang, ikan, dan kepiting. Dengan Prinsip Kerja Mirip dengan sistem mina padi, di mana ekosistem mangrove berfungsi sebagai biofilter alami yang menjaga kualitas air dan menyediakan pakan alami.
"Mangrove ini sangat penting karena berfungsi sebagai penyaring alami dan menyediakan nutrisi bagi biota. Dengan sistem ini, kebutuhan pakan tambahan dan obat-obatan bisa ditekan, sehingga budidaya menjadi lebih berkelanjutan," terang Akune.
Sebagai langkah awal, YL Forest Co. Ltd akan melakukan uji coba penanaman mangrove di atas lahan tambak seluas 220 hektare di pesisir Bone. Masa uji coba ini ditargetkan tuntas dalam tiga tahun. Jika berhasil, proyek akan diekspansi hingga ribuan hektare.
Investasi "hijau" ini diharapkan memberikan dampak ekonomi ganda bagi warga lokal, Hasil Panen Masyarakat tetap memiliki dan mengelola hasil tambak (udang/ikan). Warga mendapatkan pendapatan tambahan dari kegiatan penanaman dan perawatan mangrove.
Langkah ini menjadi angin segar di tengah tantangan perubahan iklim. Jika uji coba ini sukses, kawasan pesisir Bone berpotensi menjadi role model nasional untuk pengelolaan perikanan modern yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga merawat kehidupan ekosistem pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....