Pembinaan Warga Binaan Disiapkan Menuju Kemandirian Sosial
- 06 Feb 2026 17:55 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - Persiapan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat menjadi fokus utama Lapas Kelas IIA Watampone dalam implementasi KUHAP yang mengedepankan pembinaan berkelanjutan. Pendekatan ini diarahkan untuk mencegah pengulangan tindak pidana setelah bebas.
Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIA Watampone, Azhar, SH., MH mengatakan bahwa pembinaan tidak berhenti pada masa pidana, melainkan diarahkan pada pembentukan kepercayaan diri. “Kami ingin mereka keluar dengan bekal, bukan kekosongan,” ungkapnya saat dikonfirmasi rri.co.id, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Program pendidikan menjadi salah satu pilar utama, termasuk fasilitasi kejar paket bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah. Kerja sama dengan lembaga pendidikan dilakukan untuk menjamin kualitas pembelajaran.
Di sisi kemandirian, pelatihan keterampilan diberikan agar warga binaan memiliki kemampuan ekonomi saat kembali ke masyarakat. Sejumlah peserta bahkan telah mampu membuka usaha mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Azhar menuturkan bahwa stigma sosial masih menjadi tantangan besar bagi mantan warga binaan. Oleh karena itu, lapas berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar mereka mendapat kesempatan kedua.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait terus dilakukan, termasuk dalam upaya dukungan modal dan pendampingan pasca bebas bersyarat. Proses tersebut diawasi oleh hakim pengawas dan pengamat.
Melalui implementasi KUHAP yang berorientasi rehabilitatif, Lapas Watampone berharap pembinaan benar-benar melahirkan individu mandiri yang mampu berkontribusi positif di lingkungan sosialnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....