KOPI Dinas Perindustrian Bone, Wadah Konsultasi Pelayanan Industri
- 03 Feb 2026 16:05 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Dinas Perindustrian Kabupaten Bone menghadirkan program KOPI (Konsultasi dan Pelayanan Industri) sebagai wadah layanan bagi pelaku industri di daerah. Program ini dirancang untuk memperkuat pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha industri, agar lebih mudah memperoleh informasi, konsultasi, dan pendampingan dalam pengembangan usaha.
Melalui KOPI, pelaku industri dapat memanfaatkan layanan konsultasi secara terbuka untuk menyampaikan kebutuhan, kendala yang dihadapi, hingga rencana pengembangan usaha. Kehadiran program ini juga menjadi upaya Dinas Perindustrian Kabupaten Bone dalam menciptakan pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.
Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Musdalifah Maksud, S.Kom, M.Si, menjelaskan bahwa KOPI menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan pelaku industri. Dengan adanya wadah ini, pihak dinas dapat memetakan kebutuhan industri kecil dan menengah (IKM) serta menyiapkan program pembinaan yang sesuai.
“Dalam program ini kami bantu pelaku usaha untuk pengurusan sertifikat halal usaha, selain itu promosi produk serta pemberian bantuan baik mesin dan lain-lain,” ujar Musdalifah kepada rri.co.id, Selasa 03 Februari 2026.
Ia menambahkan, dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk fasilitasi agar produk IKM mampu bersaing dan memiliki nilai tambah di pasar. Selain pendampingan administrasi dan legalitas usaha, program KOPI juga mendorong peningkatan kualitas produk dan pemasaran.
Pelaku industri dapat memperoleh arahan terkait pengemasan, strategi promosi, hingga peluang mengikuti kegiatan pameran atau event ekonomi kreatif yang difasilitasi pemerintah daerah. "layanan konsultasi KOPI terbuka selama hari kerja di Kantor Dinas Perindustrian Kabupaten Bone. Pelaku industri dapat datang langsung untuk berkonsultasi, mengurus kebutuhan layanan, atau meminta pendampingan teknis sesuai bidang usaha masing-masing," ujar Musdalifah.
Tidak hanya pelayanan di kantor, Dinas Perindustrian Kabupaten Bone juga menerapkan sistem jemput bola dengan turun langsung ke lapangan. “Kami juga aktif turun langsung ke lokasi untuk memberikan edukasi kepada IKM, Dan diharapkan produk produk yang dihasilkan IKM ini semakin berkualitas dan berdaya saing di pasar
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....