Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban dan Keutamaannya
- 02 Feb 2026 19:04 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Dai Muda LDNU Sulsel, Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I menjelaskan kata Sya'ban berasal dari bahasa Arab, terutama akar kata sya'aba yang berarti "bercabang", "berpencar", atau "terpisah". Dinamakan demikian karena pada bulan ini, bangsa Arab pada masa jahiliyah berpencar mencari sumber air atau kembali melakukan peperangan setelah sebelumnya menahan diri di bulan Rajab.
Ustadz Ariady mebgatakan bulan ke delapan dalam kalender Hijriah ini terletak diantara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan. “Makanya Rasulullah biasa menyebutkan bulan ini adalah bulan yang manusia kadang lalai," jelas Ustadz Asriady kepada rri.co.id, Minggu, l1 Februari 2026.
Padahal Sya’ban, menurut Asriady adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah, maka dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. “Malaikat akan merangkum amalan kita selama satu tahun dan dilaporkan kepada Allah SWT," ucap Asriady.
Bulan Sya’ban memiliki kedudukan istimewa, sehingga bisa dijadikan sebagai momentum penyucian, muhasabah serta memperbaiki kualitas diri. “Makanya hikmah yang bisa kita petik dari bulan ini adalah bulan diangkatnya amal perbuatan," ujarnya.
Gurutta Muhammad Amri, Lc pernah mengisahkan dalam sebuah tausiyahnya bahwa malaikat melaporkan amalan-amalan kita kepada Allah sebanyak 3 kali. “Yaitu setiap hari malaikat melapor pada waktu sore ke maghrib, kemudian setiap minggu di hari kamis. Dan ternyata malaikat melakukan rangkuman selama setahun dilaporkan di momentum bulan Sya’ban, biasanya dikenal malam Nisfu Sya’ban,"!jelas ustadz Asriady.
Wakil Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas itu menuturkan Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah memeriksa pada malam Nisfu Sya’ban, lalu diampuni segala dosa makhlukNya, kecuali orang-orang musyrik dan orang-orang yang bertengkar."
Sya’ban menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memohon dan memberi maaf kepada sesama manusia.
Adapun amalan-amalan yang perlu dilakukan di bulan Sya’ban, yaitu memperbanyak puasa sunah dan baca Al-Qur’an, melunasi utang puasa. “Selanjutnya, memperbaiki kualitas salat, serta memperbanyak taubat dan doa”, pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....