Dinkes Bone Perkuat Upaya Putus Rantai Penularan Kusta
- 26 Jan 2026 14:13 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memutuskan rantai penularan kusta ditengah masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Supervisor Kusta Dinkes Bone, Komaruddin, S.Sos., M.Kes. saat menjadi narasumber di Bincang Siang RRI, Minggu, 25 Januari 2026.
Adapun cara yang dimaksud Komaruddin adalah satu, dengan memberikan pengobatan tuntas kepada pasien kusta dan melakukan skrining sedini mungkin. Dua, pemberian kemoprofilaksis kepada kontak penderita kusta. “Kita sudah targetkan setiap in the case, harus periksa kontaknya 20 orang. Ketika tidak bergejala penyakit lain, seperti TBC, penyakit ginjal, atau berusia dibawah 2 tahun, maka harus diberikan obat pencegah kusta (kemoprofilaksis)”, ungkap Komaruddin.
Dikatakan Komaruddin, pemberian kemoprofilaksis sudah berjalan sejak tahun 2000. Khusus tahun 2025, sekitar 90 % kontak in the case yang telah mendapatkan obat pencegahan tersebut.
| Baca juga: Polisi Edukasi Bahaya NAPZA di MPLS |
Tiga, Dinkes memperluas jejaring agar kelompok potensial yang ada di desa bisa mengedukasi masyarakat untuk datang memeriksakan diri. Disamping itu, pihaknya juga telah membina 51 desa di 15 wilayah puskesmas melalui program Bina Desa Sahabat Kusta (Bina DESAKU).
Lebih jauh dikatakan Komaruddin, Dinkes Bone memberdayakan kelompok potensial yang ada di desa, termasuk diantaranya adalah aparat desa, tokoh masyarakat dan kader agar mereka bisa memberikan informasi tentang keberadaan orang yang dicurigai kusta. Selain itu juga, kader diajarkan untuk menangani deteksi dini secara mandiri.
“Caranya, ambil kapas lalu dipilin hingga ujungnya lancip, kemudian disentuhkan di kulit. Kalau kulit normal, itu pasti terasa tapi ketika kulitnya itu ada tanda-tanda kusta, maka ketika ditusuk kapas, tidak akan terasa. Itu yang kita ajarkan kepada teman-teman kader sebagai modal untuk deteksi dini secara mandiri. Ketika ada tanda-tanda tersebut, maka segera dirujuk ke puskesmas”, ujar Pemerhati Kusta itu.
Bina Desaku merupakan program inovasi kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk deteksi dini penularan kusta dan pengurangan stigma sosial. Kegiatan ini mencakup edukasi, skrining, dan pelatihan fasilitator lokal, didukung oleh NLR Indonesia dan pemerintah daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....