Berkaca dari Broken Strings, Waspadai Efek Child Grooming

  • 22 Jan 2026 09:17 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Artis dan penyanyi Aurelie Moeremans menjadi sorotan publik, khususnya warga net usai buku karyanya, “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth (Kenangan Masa Muda yang Patah)” yang dirilis secara online, mendadak viral di medsos. Buku itu adalah memoar non fiksi yang bercerita tentang pengalaman yang pernah ia rasakan saat usianya masih 15 tahun.

Terkuaknya isi Broken Strings, sontak membuat Aurelie menjadi sorotan publik, bahkan memicu netizen turut berspekulasi tentang sosok dibalik nama-nama (samaran) yang diceritakan dalam buku. Namun, dibalik spekulasi warga net, buku yang menjadi perbincangan hangat medsos ini juga menguak isu pelecehan seksual yang mengancam anak dan remaja, yakni child grooming.

Dikutip dari Alodokter, Child grooming adalah salah satu bentuk pelecehan seksual pada anak yang kerap terjadi secara perlahan dan sulit dikenali. Dalam banyak kasus, anak bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi oleh orang dewasa dengan tujuan eksploitasi seksual.

Child grooming bisa terjadi secara langsung melalui hubungan pertemanan atau aktivitas sehari-hari. Selain itu, modus ini juga kerap dilakukan secara online lewat media sosial dan aplikasi pesan. Pelaku child grooming umumnya akan terus membujuk, memperhatikan, hingga membuat anak merasa istimewa atau “dilindungi”.

Tidak jarang, pelaku bersikap sebagai teman, guru, mentor, bahkan figur pelindung yang dipercaya anak maupun keluarga. Modus child grooming tidak hanya dilakukan oleh orang asing, tetapi bisa saja dari lingkungan terdekat, termasuk anggota keluarga, guru, tetangga, atau orang yang selama ini dipercaya.

Manipulasi yang pelaku lakukan membuat anak sulit membedakan mana perhatian tulus dan niat jahat. Efeknya, korban akan menjadi patuh,bahkan tidak menyadari dirinya sedang disakiti.

Child grooming bukan sekadar ancaman fisik, melainkan juga berdampak berat pada kesehatan mental dan tumbuh kembang anak. Dampak yang bisa muncul di antaranya:

  • Gangguan tidur, seperti insomnia atau mimpi buruk
  • Penurunan prestasi belajar karena sulit konsentrasi di sekolah
  • Muncul gejala kecemasan, depresi, hingga stres pascatrauma (PTSD)
  • Gangguan Pola Makan, baik kehilangan nafsu makan maupun makan berlebihan
  • Perubahan perilaku, seperti mudah takut, menarik diri, atau menjadi lebih agresif
  • Risiko infeksi menular seksual jika terjadi pelecehan fisik
  • Dalam kasus tertentu, pelaku memberikan alkohol atau narkoba yang membahayakan masa depan anak

Dampak psikologis akibat child grooming bisa berlangsung jangka panjang, bahkan hingga anak beranjak dewasa. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua dan lingkungan terdekat untuk peka terhadap perubahan perilaku anak, serta segera mengambil langkah jika mencurigai adanya grooming.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....