Warga Bone Keluhkan Kelangkaan Gas Melon Bersubsidi
- 21 Jan 2026 21:05 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kelangkaan gas Elpiji ukuran 3 kilogram mulai meresahkan warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bone. Tabung gas bersubsidi tersebut kini sulit ditemukan, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer. Kondisi ini dikeluhkan oleh Anju, warga Kecamatan Dua Boccoe. Ia mengaku telah berburu "si melon" sejak kemarin, namun tak kunjung membuahkan hasil. Selain langka, harga di pasaran pun mulai tidak terkendali.
"Dari kemarin saya cari tidak ada. Pas saya dapat, harganya sudah Rp30 ribu, padahal biasanya cuma Rp25 ribu," ujar Anju pada Rabu, 21 Januari 2026.
Meski harga melonjak jauh di atas ketentuan, Anju mengaku tidak punya pilihan lain. Ia terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan dapur. "Kalau ada yang mau jual, saya mau beli meski di atas harga biasa," ungkapnya.
Dampak kelangkaan ini tidak hanya dirasakan di Dua Boccoe. Wawa, warga Kecamatan Amali, menuturkan hal serupa. Ia mengaku sudah berkeliling ke berbagai tempat, namun stok gas selalu kosong. Kondisi ini memaksa sejumlah ibu rumah tangga untuk berhenti memasak dan beralih membeli makanan siap saji, yang justru menambah beban pengeluaran keluarga.
"Biasanya gampang didapat, sekarang sudah keliling tapi kosong semua. Kalau terus begini, biaya rumah tangga bertambah karena tidak bisa masak di rumah," keluh Wawa.
Wawa menambahkan bahwa di daerahnya, harga di tingkat pengecer bahkan ada yang menyentuh angka Rp35 ribu per tabung, naik signifikan dari harga sebelumnya yang berkisar Rp27 ribu. Kelangkaan ini telah mengganggu aktivitas rumah tangga secara luas di Kabupaten Bone.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau langkah taktis lainnya. "Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan pasokan dan harga gas LPG 3 Kg di Bone. Jangan sampai kondisi ini berlarut-larut," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....