Lellu, Simbol Kemuliaan Tamu Bugis
- 21 Jan 2026 13:21 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone- Lellu merupakan payung adat masyarakat Bugis yang dikenal sebagai simbol teddung rilangi atau naungan langit, berbentuk segi empat yang disebut sulapa eppa. Dalam tradisi Bugis, Lellu tidak sekadar berfungsi sebagai pelindung, tetapi mengandung makna filosofis yang mendalam tentang kesempurnaan, kemuliaan, dan kehormatan.
Tokoh adat dan budayawan Bugis, Andi Yushan Latenritappu, menjelaskan bahwa bentuk segi empat pada Lellu melambangkan keseimbangan dan kesempurnaan hidup. “Lellu adalah simbol sulapa eppa, unsur kesempurnaan dalam pandangan hidup orang Bugis, yang menyatukan nilai adat, agama, dan kemanusiaan,” ujarnya kepada RRI.CO.ID Rabu 21 Januari 2026.
Menurut Andi Yushan, penggunaan Lellu diperuntukkan bagi tamu yang sangat dimuliakan, termasuk Balibocco Kerajaan atau tamu kehormatan yang memiliki kedudukan tinggi. “Tamu yang dijemput dan dinaungi dengan Lellu menandakan bahwa ia diterima sebagai keluarga, sebagai orang yang dimuliakan,” katanya.
Ia menambahkan, makna Lellu juga mencerminkan filosofi kebersamaan. “Maknanya sangat dalam, satu langit kita bernaung dan satu bumi kita pijak bersama. Ini simbol kekerabatan dan kekeluargaan dalam adat Bugis,” tutur Andi Yushan.
Prosesi penyambutan tamu kehormatan dengan Lellu biasanya dilengkapi dengan penerimaan tamu yang berjalan di atas taluttu atau kain putih. Menurut Andi Yushan, hal tersebut bukan tanpa makna. “Taluttu melambangkan kesucian hati dalam menerima tamu, ketulusan, dan keikhlasan, sebagaimana menerima tamu kerajaan,” jelasnya.
Dalam konteks pernikahan adat Bugis, Lellu juga digunakan untuk menaungi pengantin, khususnya dari kalangan bangsawan atau keluarga terpandang. Hal ini menegaskan bahwa pengantin diposisikan sebagai tamu dan insan yang dimuliakan dalam sebuah ikatan sakral.
Andi Yushan berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam simbol Lellu tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. “Lellu bukan sekadar payung adat, tetapi pesan moral tentang penghormatan, persaudaraan, dan kemuliaan manusia yang harus terus hidup dalam budaya Bugis,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....